Copot Kepala dan Sekretaris NCB Interpol, IPW Apresiasi Kapolri

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Indonesian Police Watch (IPW) mengapresiasi dan memberi acungan jempol kepada Kapolri Jenderal Idham Azis yang bergerak cepat dan bertindak tegas dalam membongkar persekongkolan jahat para jenderal melindungi buronan kasus cessie Bank Bali Djoko S. Tjandra.

Hal tersebut disampaikan Ketua Presidium IPW Neta S. Pane kepada para awak media melalui keterangan pers, Sabtu (18/7/2020).

Neta menyatakan, setelah mencopot dan menahan satu Brigjen dari Bareskrim, Kapolri kembali mencopot Kepala National Central Bureau (NCB) Interpol Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan Sekretaris NCB Brigjen Nugroho Wibowo.

“Tiga jenderal sudah dicopot Kapolri dalam dua hari dan ini tentunya wujud dari sikap promoter untuk menjaga marwah kepolisian,” kata pria kelahiran Medan, 55 tahun yang lalu ini.

Tentunya, lanjut Neta, tidak cukup hanya sampai di situ agar kasus ini tuntas dan bisa membawa efek jera bagi para jenderal untuk bermain main melindungi orang orang bermasalah.

“Artinya, ada lima hal lagi yg patut dilakukan Kapolri. Pertama segera membuka cctv Bareskrim, siapa yang mendampingi dan menjemput saat Djoko Tjandra datang mengurus surat jalan tersebut,” ujarnya.

Kedua, sambung Neta, apa motivasi para jenderal itu dalam memberi keistimewaan kepada Djoko Tjandra.

“Ketiga, disebut-sebut dalam kasus Djoko Tjandra ini ada dugaan gratifikasi dan kemana saja aliran dananya,” ungkap Penulis Buku Jangan Bosan Kritik Polisi ini.

Keempat, tutur Neta, semua pihak di Polri yang terlibat kasus Djoko Tjandra, terutama ketiga jenderal yang dicopot segera diproses pidana agar kasusnya bisa diproses di pengadilan.

“Sebab kasus persekongkolan jahat dalam melindungi buronan Djoko Tjandra adalah kejahatan luar biasa,” tegas mantan Wapemred Harian Jakarta ini.

Kelima, sebut Neta, semua pihak di luar Polri yang terlibat memberi keistimewaan kepada Djoko Tjandra, mulai dari lurah hingga Dirjen Imigrasi harus diperiksa Polri dan kasusnya diselesaikan di pengadilan.

“Tujuannya agar persekongkolan jahat dalam melindungi Djoko Tjandra bisa terungkap secara terang benderang dan selesai dengan tuntas di pengadilan.

Setelah itu, tambah Neta, Polri perlu mencermati proses Peninjauan Kembali (PK) Djoko Tjandra agar promoter dan jika ada indikasi negatif penyidik Bareskrim jangan segan-segan menciduk oknum yang terlibat.

“Hanya dengan kerja keras yg promoter dari kapolri Idham Azis citra Polri bisa terbangun lagi setelah dihancurkan Djoko Tjandra,” pungkas mantan Redpel Koran Aksi tersebut. (Daniel)

Exit mobile version