Tegur Pengendara yang Suka Kebut-kebutan, Kapolsek Metro Gambir : Kalau Mau Balapan di Sirkuit !

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Polsek Metro Gambir, bersama TNI dan beberapa pihak lainnya akan melakukan kegiatan penertiban warga, khususnya pemuda dan pemudi, juga para pedagang yang sering berkumpul di wilayah sekitaran Monumen Nasional (Monas).

Kapolsek Metro Gambir Kompol Kadek Budiarta mengatakan, pihak yang terlibat dalam kegiatan penertiban ini adalah aparat TNI dari Koramil, Pemerintah Daerah dari Kecamatan Gambir, Dinas Perhubungan, Pamdal Monas, dan Polisi Lalu Lintas.

“Kami sudah mengamati ada 5 titik di kawasan Monas ini yang sering dijadikan sebagai arena berkumpul yang mengakibatkan keramaian, seperti anak-anak motor, pesepeda, dan pedagang. Bahkan, sering ada balap liar di semua area Jalan Mendan Merdeka,” kata Budiarta kepada wartawan saat apel persiapan, di Monas, Jakarta Pusat, Jumat malam 17 Juli 2020.

Menurutnya, area sekitar Monas tidak boleh digunakan sebagai tempat berjualan. Hal tersebut sudah menjadi aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Ada 5 titik poin yang akan menjadi fokus penelitian kita, yakni Dobrak Bajaj, Taman Pandan, Patung Kuda, Monas Timur, dan kawasan Ambon Sembilan atau area penutupan. Di Ambon Sembilan kami akan dibantu dari rekan-rekan Polsek Sawah Besar untuk menutup jalur seberangnya. Selain menempatkan personel di titik-titik ini, kami juga akan melakukan patroli keliling,” jelas Budiarta.

Budiarta menambahkan, kegiatan penertiban ini dilakukan karena berdasarkan pengamatan beberapa minggu terakhir, kelima titik tersebut sering menjadi tempat berkumpulnya warga. Tempat-tempat inilah yang akan menjadi sasaran utama penertiban.

“Kalau yang suka ngebut-ngebutan ada tempatnya yaitu di sirkuit balapan dan bukan di jalan umum, apalagi ini kawasan ring satu. Begitupun yang berdagang ada tempat untuk berdagang, bukan di Kawai Monas ini,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, saat ini kondisi bangsa sedang dalam masa pandemi Covid-19 yang disebut Adaptasi Kebiasaan Baru. Sehingga, kepolisian bersama TNI dan pihak lainnya berupaya untuk menertibkan masyarakat untuk tidak berkerumun.

“Kami akan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak berkerumun. Jika ada penindakan, itu berarti kita menilai ada yang membahayakan masyarakat lain dan jika ada yang melawan aparat saat ditertibkan. Intinya kami ingin wilayah Monas ini steril dari aktivitas anak-anak muda dan pedagang,” tambah Budiarta.

Dalam kegiatan penertiban ini, aparat gabungan yang diterjunkan berjumlah 115 personel. Kegiatan tersebut juga berdasarkan evaluasi internal antara Polres Metro Jakarta Pusat bersama Pemda. Kegiatan penertiban warga ini berlangsung dari pukul 21.50 WIB hingga selesai.

“Waktunya tentatif ya. Kalau sudah tertib, kami akan berhenti. Intinya sampai situasinya aman” ujar Budiarta.

Ia juga mengimbau masyarakat terutama pemuda dan pemudi untuk tidak menggangu ketertiban umum.

“Jika ada yang suka ngebut-ngebutan, gunakanlah fasilitas yang sudah ada, yakni sirkuit. Jangan mengganggu ketertiban umum. Untuk para pedagang, silahkan ke tempat yang sudah ditentukan. Area Monas harus steril,” imbau Budiarta.(Nugroho)

Leave a Reply