UMUM  

Ini Pengakuan Mahasiswi Tersangka Pembunuhan Bayi yang Ditangkap Polres Jakarta Pusat

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Penyidik Unit PPA Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakpus meringkus seorang mahasiswi berinisial TKF (20) dan kekasihnya berinisial KS (20) karena diduga telah menggurkan kandunganya yang berusia 9 bulan.

Berdasarkan pengakuan, keduanya berkenalan lewat media sosial dan berpacaran. Selama 10 bulan, kedua pasangan kekasih ini menjalin hubungan asmara dan berakhir dengan hamilnya sang mahasiswi. Sedangkan KS yang bekerja sebagai buruh ini mengaku telah beberapa kali berhubungan badan dengan kekasihnya ini hingga hamil. 

Merasa malu karena telah hamil di luar nikah, kedua pasangan ini memutuskan untuk menggugurkan kandungan yang telah memasuki usia 9 bulan. Mereka membeli obat dari sebuah situs toko online, meminumnya, dan menggugurkan kandungannya. 

Keduanya pun membuang jasad bayi mereka dengan membungkusnya menggunakan sebuah kantong plastik berwarna merah di Kali Utan Kayu, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Jasad bayi tersebut ditemukan oleh seorang saksi yang pada saat itu sedang membersihkan sampah di lokasi pada Selasa 28 Juli 2020. 

“Pelaku TKF ini berstatus sebagai mahasiswi dan kekasihnya berinisial KS adalah seorang buruh. Pelaku menggurkan kandunganya karena malu hamil sebelum menikah,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Heru Novianto kepada wartawan, Kamis 30 Juli 2020.

Menurutnya, pelaku yang hamil lalu sempat menggugurkan kandungannya dengan cara menenggak obat yang dibeli lewat toko online dan jamu penggugur kandungan.

Berdasarkan informasi tentang penemuan bayi di Kali Utan Kayu tersebut, tim PPA Polres Metro Jakarta Pusat melakukan penyelidikan dan penyidikan atas temuan itu. Kemudian mendapatkan informasi, bahwa pada Rabu 22 Juli 2020, ada pasien perempuan berusia 20 tahun dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kemayoran, Jakarta Pusat karena mengalami pendarahan. 

“Pelaku mengalami pendarahan di kamar mandi rumahnya tanpa bantuan siapapun. Karena mengalami pendarahan, ia kemudian dirujuk dari RSUD Kemayoran ke RSUD Tarakan, Gambir, Jakarta Pusat untuk dilakukan perawatan lebih lanjut,” ujarnya.

Berdasarkan informasi tersebut, tim unit PPA langsung menuju alamat pasien tersebut, lalu mengamankan TKF untuk diperiksa di Polres Metro Jakarta Pusat. 

“Saat diperiksa, ia mengaku telah menggugurkan bayi yang dikandungnya. Kemudian tim mendapatkan informasi mengenai kekasihnya dan langsung mengamankannya. Saat keduanya kami tahan di Polres Metro Jakarta Pusat untuk kepentingan penyidikan lebih,” jelas Heru. 

Akibatnya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 76C jo Pasal 80 ayat 1 Jo Pasal 45A jo pasal 77A nomor 35, tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak dan atau pasal 340 KUHP dan atau pasal 338 KUHP dan atau pasal 346 KUHP. Keduanya diancam dengan hukuman pidana penjara seumur hidup.  (Nugroho)

Leave a Reply