Ditlantas Polda Metro Sosialisasi Ganjil Genap di Thamrin

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Sejumlah anggota Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan sosialisasi Ganjil Genap di kawasan Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat.

Anggota yang didominasi Polwan ini membentangkan spanduk sosialisasi pemberlakuan kembali ganjil genap di persimpangan Sarinah tepat didepan pengendara.

Tampak Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo ikut memberikan brosur sosialisasi kepada pengendara mobil.

Adapula imbauan untuk mentaati protokol kesehatan seperti menggunakan masker saat berkendara, jaga jarak dan rajin menjaga kebersihan.

Menurut Sambodo, pada masa sosisalisasi ganjil genap dari Senin (3/8) sampai Rabu (5/8) ini seluruh pelanggar yang ditindak itu masih diberikan teguran dan brosur guna memberikan informasi.

Sosialisasi dengan tidak memberikan sanksi tilang kepada pengendara itu akan dilakukan sampai dengan Rabu (5/8/2020) besok.

Sambodo menegaskan, selepas sosialisasi ganjil genap itu selesai, pengendara akan ditindak berupa tilang atau denda sesuai dengan pasal yang berlaku.

“Pasal 287 ayat 1 pelanggaran tentang rambu, Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 dendanya maksimal Rp 500 ribu subsider dua bulan kurungan,” tuturnya kepada wartawan, Selasa (4/8).

Menurut Sambodo, kebijakan tersebut dapat menekan angka kemacetan lalu lintas yang biasa terjadi di Jakarta.

“Pemberlakuan gage sangat efektif dari sisi mengurai kemacetan,” kata Sambodo

Polisi tak menampik masih banyak pengendara roda empat yang kedapatan melanggar kebijakan ganjil-genap Jakarta yang kembali diterapkan, Senin 3 Agustus 2020 kemarin.

 Dari total 369 pengendara roda empat yang melanggar, kebanyakan pelanggaran dilakukan di kawasan Sudirman-Thamrin.

“Masih (banyak yang melanggar). Hari pertama ada 369 pelanggaran, itu.di jalur-jalur utama yang kita laksanakan sosialisasi, Sudirman-Thamrin,” ujar Sambodo.

Selain di ruas jalan Sudirman-Thamrin, pelanggar ganjil-genap juga ada di area lain yang menerapkan ganjil-genap. Tapi, memang jumlah pelanggarannya tak sebanyak yang di Sudirman-Thamrin. 

Meski banyak yang melanggar di hari pertama, polisi belum melakukan penilangan. Pasalnya, polisi masih akan melakukan sosialisasi sampai hari Rabu 5 Agustus 2020 besok, setelah itu baru melakukan penilangan.

“Tapi kan hari pertama kita fokus sosialisasi, anggota lebih banyak utk memberikan brosur segala macem. Hari ini kalo ada yang lewat masih kita berikan teguran,” katanya

Sambodo mengatakan berdasarkan catatannya, kebijakan yang baru diterapakan pada Senin 3 Juli 2020 kemarin tersebut sudah terlihat efektif dilakukan terutama di lokasi yang sangat padat seperti ruas Jalan Sudirman-Thamrin yang mampu mengurai kemacetan hingga 40 persen

“Terutama sangat terasa di ruas jalan Sudirman-Thamrin, bisa berkurang sampai 30-40 persen,” ungkapnya.

Sambodo mengimbau kepada pengendara untuk mematuhi peraturan lalu lintas. Sebab pihaknya tidak akan segan untuk menindak pengendara yang kedapatan melanggar untuk ditilang dan diwajibkan membayar denda hingga Rp500 ribu.

“Pasal untuk pelanggar gage yaitu Pasal 287 ayat 1 pelanggaran tentang rambu, UU lalu lintas nomor 22 tahun 2009. Dendanya maksimal Rp500 ribu subsider dua bulan kurungan,” tandasnya.

Pada tahap awal kebijakan ganjil genap, akan diberlakukan untuk kendaraan roda 4, kecuali 13 jenis kendaraan yang dikecualikan sesuai Pergub Nomor 88 Tahun 2019.

Penerapan dilakukan setiap hari Senin-Jumat di waktu sibuk, yaitu pukul 06:00 – 10:00 WIB dan pukul 16:00 – 21:00 WIB pada 25 ruas jalan, yaitu:

  1. Jalan Medan Merdeka Barat
  2. Jalan MH Thamrin
  3. Jalan Jenderal Sudirman
  4. Jalan Jenderal S Parman, mulai simpang Jalan Tomang Raya sampai Jalan Gatot Subroto
  5. Jalan Gatot Subroto
  6. Jalan MT Haryono
  7. Jalan HR Rasuna Said
  8. Jalan DI Panjaitan
  9. Jalan Jenderal Ahmad Yani, mulai simpang Jalan Bekasi Timur Raya sampai dengan simpang Jalan Perintis Kemerdekaan
  10. Jalan Pintu Besar Selatan
  11. Jalan Gajah Mada
  12. Jalan Hayam Wuruk
  13. Jalan Majapahit
  14. Jalan Sisingamangaraja
  15. Jalan Panglima Polim
  16. Jalan Fatmawati, mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang
  17. Jalan Suryopranoto
  18. Jalan Balikpapan
  19. Jalan Kyai Caringin
  20. Jalan Tomang Raya
  21. Jalan Pramuka
  22. Jalan Salemba Raya sisi barat dan Jalan Salemba Raya sisi timur, mulai simpang Jalan Paseban Raya sampai dengan simpang Jalan Diponegoro
  23. Jalan Kramat Raya
  24. Jalan Stasiun Senen
  25. Jalan Gunung Sahari. (Nugroho)

Leave a Reply