Polda Metro Sudah Klarifikasi Pelapor Berita Bohong Anji dan Hadi Pranoto

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menuturkan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah meminta klarifikasi terhadap Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid selaku pelapor kasus dugaan penyebaran berita bohong dengan terlapor penyanyi Erdian Aji Prihartanto alias Anji, dan Hadi Pranoto,

“Selasa kemarin dari siang sampai sore sudah kita lakukan klarifikasi atas pelapor. Yang bersangkutan sudah hadir dengan membawa beberapa barang bukti yang memang dimiliki oleh pelapor,” kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Rabu (5/8/202.

Barang bukti itu katanya adalah satu buah USB, transkrip dari wawancara antara pemilik akun Duniamanji terhadap Hadi ini serta videonya.

“Semua barang bukti masih di dalami oleh tim penyidik dan ini masih dalam penyelidikan,” kata Yusri.

Setelah meminta klarikasi pelapor tambah Yusri pihaknya akan memintai keterangan dua saksi ahli, yakni saksi ahli bahasa dan saksi dari IDI.

“Hari ini sudah kita layangkan undangannya kepada kedua saksi tersebut,” kata Yusri.

Setelah itu, tambah Yuri barulah pihaknya mengundang terlapor yakni Hadi pranoto dan pemilik akun YouTube Dunia Manji yakni penyanyi Erdian Aji Prihartanto alias Anji

“Setelah klarifikasi pelapor, saksi ahli, terlapor dan pemeriksaan barang bukti, penyidik akan melakukan gelar perkara,” katanya.

Dari gelar perkara menurut Yusri, akan terlihat ada tidaknya unsur pidana dalam kasus ini.

“Jika memenuhi unsur pidana maka kasus ditingkatkan ke tahap penyidikan, dan selanjutnya penyidik mencari dan menentukan tersangkanya,” kata Yusri.

Namun jika dalam gelar perkara dianggap tidak memenuhi unsur pidana, kata Yusri, maka kasus akan dihentikan.

Seperti diketahui Anji dan Hadi Pranoto dilaporkan Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran berita bohong.

Pelaporan terkait video Anji saat mewancarai Hadi Pranoto yang mengklaim telah menemukan obat untuk Covid-19 dan diupload di akun YouTube Anji.

Laporan tercatat dengan nomor LP/4538/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, tanggal 3 Agustus 2020

Adapun pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Jo Pasal 45a Undang-Undang RI Nomor 19 tahun 2016 dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.(amin)

Leave a Reply