Polda Metro Pastikan Selidiki Laporan Balik Hadi Pranoto

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Polda Metro Jaya memastikan akan melakukan penyelidikan terkait laporan balik Hadi Pranoto, yang melaporkan Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid 
atas dugaan pencemaran nama baik, ke Polda Metro Jaya, Kamis (9/8/2020) malam.

Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/4648/VIII/YAN2.5/2020 tertanggal 6 Agustus 2020.

“Laporan itu sudah diteliti tadi pagi oleh Krimsus Polda Metro Jaya. Dalam hal ini yang menangani juga sama, dari Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/8/2020).

Dalam laporan itu kata Yusri terlapor Muannas Alaidid 
dipersangkakan melanggar Pasal 27 ayat 3 junto Pasal 45 ayat 3, tentang fitnah di UU ITE.

“Pelaporan dilakukan HP lewat pengacaranya, Kamis malam,” kata Yusri.

Yusri memastikan tim sudah melakukan penyelidikan atas laporan balik Hadi Pranoto ini.

“Mudah-mudahan nanti rencananya juga sama, karena ini masih penyelidikan ya. Karena laporannya baru masuk tadi malam. Rencananya kami akan memanggil pelapor dulu yakni HP atau pengacaranya Senin, untuk kita klarifikasi,” kata Yusri.

Seperti diketahui Hadi Pranoto melalui kuasa hukumnya melaporkan Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid atas dugaan pencemaran nama baik, ke Polda Metro Jaya, Kamis (9/8/2020) malam.

Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/4648/VIII/YAN2.5/2020 tertanggal 6 Agustus 2020.

Pelaporan didaftarkan oleh tim kuasa hukum Hadi Pranoto.

“Kami di sini mewakili Pak Hadi Pranoto untuk membuat laporan polisi terkait pencemaran nama baik yang dibuat oleh saudara MA,” katanya.

“Jadi setelah kami konsultasi, akhirnya dijatuhkan pilihan untuk bisa melakukan pelaporan di Polda Metro Jaya,” kata Angga Busra Lesmana, kuasa hukum 
Hadi Pranoto, di Polda Metro Jaya, Kamis (6/8/2020) malam.

Angga mengatakan, Muannas Alaidid diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap kliennya.

Dia menuturkan tindak pidana itu dilakukan oleh terlapor saat mengeluarkan pernyataan usai pelaporan kliennya di Polda Metro 
Jaya.

“Yang pertama, bahwa MA menyebutkan klien kita adalah profesor. Padahal klien kita tidak pernah menyebutkan dirinya dia profesor,” jelasnya.

Pihaknya juga mempersoalkan terkait pernyataan yang disampaikan oleh terlapor yang menyebutkan kliennya tidak percaya dengan pemeriksaan swab test dan rapid test terkait Covid-19.

“Klien kami katanya memang ada memiliki teknologi, tapi klien kami tidak pernah menyebutkan bahwa dia tidak percaya dengan swab atau tes rapid. Enggak, itu enggak pernah. Itu yang kita laporkan,” jelasnya.

Dalam pelaporan ini, sejumlah barang bukti juga telah diserahkan kepada kepolisian.

Di antaranya, rekaman video pernyataan Muannas dan tangkapan layar (screen shot) video yang ada di media sosial.

Pelapor mentersangkakan terlapor dengan pasal 27 ayat 3 Jo pasal 45 ayat 3 UU 19/2016 tentang ITE, dan atau pasal 310 KUHP dan atau pasal 311 KUHP. (np)

Leave a Reply