Polres Jakbar Tangkap Penyebar Video Seks ABG

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Unit Cyber Satuan Reserse Kriminal Polres Jakbar meringkus tiga pelaku berinisial DW, RS dan P, penyebar video seks anak di bawah umur Alias ABG. Mereka ditangkap di lokasi yang berbeda.

Kapolres Jakbar Kombes Pol Audie Sonny Latuheru menerangkan, pelaku dalam aksinya membuat group khusus penikmat video anak dibawah umur. Kemudian, mereka diminta untuk membayar sejumlah uang.

“Untuk dapat bergabung ke dalam group tersebut diharuskan melakukan registrasi pembayaran kepada admin group melalui sebuah rekening bank atau Gopay atau aplikasi dana milik admin,” kata Audie kepada wartawan, Senin (10/8/2020).

Dia melanjutkan, didalam group tersebut diketahui bahwa didalam group tersebut tidak hanya terdapat aktifitas penyebaran video pornografi.

Namun, juga para talent yang merupakan para wanita yang masih berusia di bawah umur melakukan jasa video call sex, live show.

“Talent melakukan live streaming langsung yang dapat dilihat semua member group dengan sepengetahuan admin,” jelasnya

Selanjutnya, Kasatreskrim Polres Jakbar Kompol Tengku Arsya Khadafi menyampaikan, ketiga pelaku berinisial DW, RS dan P ditangkap di lokasi yang berbeda.

“Tersangka P yang diduga admin ditangkap berdasarkan alat bukti yang diperoleh di daerah Kapuk Poglar Jakarta Barat. Dari keterangan pelaku yang diamankan ada pelaku lain yang terlibat yakni BP (DPO) yang juga merupakan admin group,” katanya.

Dia mengatakan, para korban yang masih dibawah umur nantinya akan diserahkan kepada orangtuanya untuk dilakukan pembinaan.

“Berdasarkan Undang-undang Perlindungan Anak dan Perempuan, maka talent yang masih di bawah umur akan kami lakukan diversi. Menimbang usia anak masih dini dan berstatus masih pelajar, kemungkinan anak tersebut akan kami kembalikan kepada orang tuanya yang sebelumnya akan dididik terlebih dahulu disebuah Pondok Pesantren,” ucap Arsya.

Sementara itu, Komisoner KPAI Putu Elvina mengapresi pengungkapan kasus tersebut oleh Polres Jakbar.

“Karena selama pandemi ini, kuantitas anak-anak yang berinteraksi dengan Gadget ini mengalami kenaikan,” katanya.

Menurutnya, hal ini disebabkan panjangnya waktu belajar selama pandemi Covid-19 di rumah banyak anak yang bermain gadget.

“Karena mereka 24 jam berada di rumah dan satu-satunya hiburan yaitu dengan gadget. Gadget ini seperti pisau bermata dua, maka wajar saja kasus ini terungkap. Memang tidak mudah mengungkap kasus-kasus ITE terutama kasus yang berkonten pornograpi oleh karena itu KPAI mengapresiasi,” pungkasnya.

Tersangka dijerat Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 dipidana penjara paling lama 6 tahun. (Amin)

Leave a Reply