Polda Metro Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Bos Perkapalan

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA : Penyidik Polda Metro Jaya rencananya akan menggelar rekontruksi kasus pembunuhan berencana terhadap bos perusahaan pelayaran bernama Sugianto (51) yang tewas tertembak di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Selasa (25/8).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkapkan rekontruksi ini akan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan adegan perencanaan pembunuhan yang diinisiasi oleh karyawan Sugianto berinisial NL (34).

“Pukul 09.00 WIB pelaksanaan rekontruksi adegan perencanaan pembunuhan yang akan dilaksanakan di Polda Metro Jaya,” kata Yusri dalam keterangannya, Selasa (25/8).

Setelah itu, kata Yusri, sekitar pukul 11.00 WIB, pihaknya akan melaksanakan rekontruksi di TKP pembunuhan yakni di sekitar ruko Royal Gading Square, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara untuk mendalami peran ke-12 tersangka.

“Rekontruksi dilanjutkan pukul 11.00 WIB di TKP pembunuhan,” jelasnya.

Sebelumnya, tim gabungan Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Utara berhasil menangkap 12 orang pelaku yang terlibat dalam pembunuhan seorang pengusaha perusahaan pelayaran bernama Sugianto (51) yang tewas ditembak di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Adapun ke-12 tersangka yang berhasil ditangkap yakni inisial NL, R alias MM, SY, DM alias M, SP, AJ, MR, DW alias D, R, RS, dan TH.

Kasus pembunuhan ini diotaki oleh karyawannya sendiri berinisial NL. Tersangka mengaku sakit hati dengan korban lantaran pernah mendapatkan pelecehan dari korban dan sering diajak bersetubuh. 

Selain itu, pelaku yang bekerja sebagai bagian keuangan di kantor korban ini ketakutan dilaporkan ke polisi lantaran ketahuan telah melakukan korupsi uang pajak perusahaan selama dia bekerja mulai dari 2012 hingga 2020. 

Atas dasar itu, dia meminta suami sirihnya berinisial R untuk mencari orang-orang yang merupakan murid orang tua NL untuk membunuh korban dengan membayara sebesar Rp200 juta untuk menghabisi nyawa korban.

Kepada para tersangka polisi menjerat dengan Pasal 340 KUHP, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Serta Pasal 338 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun.

Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951, dengan hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 (dua puluh) tahun (Nugroho)

Leave a Reply