Mantan Tenaga Ahli KSP Hary Prasetyo Dituntut Hukuman Seumur Hidup

HEADLINE MEJA HIJAU

PORTALKRIMINAL.ID- JAKARTA: Mantan Direktur Keuangan PT. Asuransi Jiwasraya (AJR) Hary Prasetyo dituntut hukuman seumur hidup dalam Skandal Mega Korupsi sebesar Rp16,81 triliun. 

Tuntutan kepada Hary yang juga Mantan Tenaga Ahli Utama pada Kantor Staf Presiden (KSP),  dibacakan JPU (Jaksa Penuntut Umum),  di Pengadilan Tipikor,  Rabu (23/9) malam. 

Tuntutan ini adalah ke-3 dalam sejarah penuntutan kasus korupsi. Pertama, 

terpidana atas nama Adrian Woworuntu pada 2005 dalam kasus pembobolan Bank BNI 1946 .

Kedua, Terpidana Akil Mochtar (Mantan Ketua MK),  pada 2014 dalam kasus jual beli vonis sengketa pilkada di MK (Mahkamah Konstitusi). 

Menurut Kapuspenkum Hari Setiyono,  terhadap terdakwa juga dikenakan denda sebesar Rp1 miliar. 

“Selain perintah terdakwa tetap ditahan di Rumah Tahanan, ” kata Hari,  di Jakarta,  Kamis (24/9) malam. 

Sedangkan terhadap Mantan Dirut PT. AJR Hendrisman Rahim,  dituntut selama 20 tahun dan 18 tahun kepada Mantan Kadiv Keuangan dan Investasi PT. AJR Syahmirwan. 

“Kedua terdakwa juga dikenakan denda masing-masing Rp1 miliar subsidiary enam bulan kurungan.”

Lebih lanjut, Hari mengatakan dengan

 telah dibacakan surat tuntutan, maka dapat disimpulkan JPU telah berhasil membuktikan kesalahan para terdakwa di depan persidangan.

“Tentu,  dengan harapan Majelis Hakim sependapat dengan kesimpulan JPU, para Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi.”

Persidangan selanjutnya,  dilaksanakan,  Rabu (30/9). Agenda sidang pembacaan pembelaan atau pledooi dari para Terdakwa dan Penasehat Hukumnya.

TERBUKTI SECARA SAH

Hari Setiyono,  tuntutan hukum maksimal, karena JPU berkesimpulan

tiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pidana korupsi. 

“Sebagaimana diatur  Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)  sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana (Dakwaan Primer.”

Sementara itu untuk strafmacht yang dituntut kepada masing-masing terdakwa, JPU berpendapat ada perbedaan peran dan niat jahatnya.

“Oleh karena itu  para terdakwa dituntut pidana penjara yang berbeda.”

TERPAPAR CORONA

Sementara itu pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Benny Tjokrosaputro  dan Heru Hidayat ditunda, Kamis (24/3)  karena sakit dan dirawat di RS. Adhyaksa,  Ceger,  Jakarta Timur. 

Benny, terdakwa pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang diduga terpapar Covid -19. Sedangkan,  Heru juga terdakwa yang sama menderita sakit. 

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Rosmina menunda sampai mereka sembuh dan dihadirkan di persidangan. 

Satu terdakwa dalam perkara yang sama Joko H. Tirto dalam proses pembacaan tuntutan.  (ahi) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *