Polres Jakarta Barat Tangkap 1 Penganiaya WNA Pakistan

PORTALKRIMINAL.ID- JAKARTA: Seorang korban warga negara asing (WNA) asal Pakistan, Muhammad Imran (28) dianiaya oleh 2 orang, karena tersinggung di klakson kendaraan saat berpapasan di Jalan Tomang Pulo, Gg V Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian penganiayaan tersebut.

“Ya benar, kejadian tersebut terjadi pada 24 Agustus 2020 yang lalu saat korban berpapasan dengan pengendara lain lalu korban mengklakson. Kemudian timbul penganiayaan,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10/2020).

Menurut Arsya, 1 pelaku berhasil diamankan berinisial BIT (33) dan pelaku lainnya DT masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Kejadian saat antara kendaraan milik korban dengan pelaku berpapasan di Jalan Tomang Pulo, Palmerah, Jakarta Barat. Kemudian korban membunyikan klakson, namun pelaku tersinggung gara-gara mendengar suara klakson dari kendaraan milik korban,” terang Arsya.

Karena pelaku tersinggung, kemudian pelaku yang berboncengan dengan temannya turun dari kendaraan. Kemudian menghampiri korban dan terjadi cek cok mulut, lalu korban mendapatkan pemukulan hingga penyerangan dengan senjata tajam oleh para pelaku.

Akibat dari penyerangan tersebut korban mengalami luka goresan pada bagian punggung dan luka disekitar kepala korban. Kemudian korban langsung melaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, anggota Polres Metro Jakarta Barat melakukan penyelidikan disekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Pada 27 Oktober 2020 petugas berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku BIT yang bersembunyi dirumah keluarga lainnya.

Barang bukti yang disita dari penangkapan tersebut, 1 buah jaket tersangka saat di TKP, 1 buah HP milik tersangka, 1 buah KTP tersangka, 5 buah ATM dan 2 jam tangan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 170 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (Amin)

Leave a Reply