Polda Kalsel Ringkus Peretas Pulsa Puluhan Juta

PORTALKRIMINAL.ID – BANJARMASIN: Siber Ditreskrimsus Polda Kalimantan Selatan menangkap AAA alias Ayis (25) dan TY (29) pelaku pembongkar tindak pidana ITE dengan modus akses ilegal berupa hacking pulsa App Add- On Digipos Best Sofware. Mereka ditangkap di Jawa Tengah.

Dalam aksinya dua pelaku yakni Abdul Aziz Alami alias Ayis (25) warga Jalan Krandengan RT3, Kecamatan Banjarnegara , Jawa Tengah dan Tahyan (29) warga Jalan Raya Jetis RT25, Kabupaten Cilacap Jateng ditangkap petugas di Jawa Tengah.

Modus pelaku yakni melakukan peretasan ke dalam aplikasi DigiPos sehingga melakukan transaksi tanpa sepengetahuan pemilik aplikasi.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta didampingi Dirreskrimsus Polda Kombes Pol Masrur dan Wadir Reskrimsus AKBP Pol Budi Hermanto, mengatakan kasus ini kasus tindak pidana hacking aplikasi DigiPos ini terjadi pada 5 Agustus lalu sekitar pukul 11:00 Wita, Kamis (12/11/2020).

Dimana korban Imanuddin berada di counter pulsa Duta Pulsa di Jalan A Yani Km1, Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Waktu itu korban memeriksa saldo pada aplikasi android DigiPos.

Betapa terkejutnya korban kala membuka aplikasi itu saldo yang awalnya Rp180 juta berkurang menjadi Rp123 juta, padahal korban tidak pernah melakukan transaksi.

Korban kabarnya sempat memeriksa laporan transaksi dan terdata ternyata 57 transaksi pengiriman pulsa ke 57 nomor handphone yang berbeda masing-masing senilai Rp 1 juta. Atas kejadian ini korban mengalami kerugian Rp 57 juta.

Keterangan dihimpun, dalam melakukan kejahatan hacking ini para pelaku telah memperoleh keuntungan Rp 205 juta.

Maka kasus ini dilaporkan dan petugas subdit Siber diback up Resmob Sat Reskrim Polres Banjarnegara, dan Resmob Satreskrim Polres Cilacap melakukan lidik dan menangkap kedua pelaku di Jawa Tengah.

Ada pun barang bukti disita petugas dari tersangka AAA berupa KTP, ATM, komputer, HP, satu buku pencatatan pulsa, uang tunai Rp 74 juta. Kemudian dari TY berupa KTP, satu unit komputer, satu modem, dan uang tunai Rp 17 juta.

Tersangka dijerat pasal 46 ayat (1) jo pasal 30 ayat (1) UU No 11 tahun 2008 tentang ITE. (Naek)

Leave a Reply