Polres Jakbar Ciduk Selebgram Terlibat Narkoba

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menciduk selebgram Syaima Salsabilah di salah satu kamar aparteman kawasan Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat beberapa waktu lalu.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie S. Latuheru mengatakan, penangkapan terhadap Syaima setelah adanya informasi dari masyarakat bahwa ada seorang publik figur selebgram kerap menggunakan narkoba di dalam kamarnya.

Pihaknya pun langsung melakukan penyelidikan di bawah Pimpinan Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Ronaldo Maradona dan Kanit I Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKP Arif Purnama Oktora.

“Ketika dilakukan penggerebekan ternyata benar di aaja ada orang yang dimaksud oleh masyarakat dan kami langsung lakukan penggeledahan,” ujar Audie di Polres Metro Jakarta Barat, Senin (16/11).

Audie melanjutkan, dari dalam kamar Syaima pihaknya menemukan barang bukti berupa 51,47 gram, 1 linting ganja dan dua pack kertas vapir merek Radja Mas.

 Pelaku menyimpan barang bukti itu di dalam laci rak televisi ruang tamu aparteman.

“Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat dan jajaran yang begitu terima informasi langsung lalukan penyelidikan dan menangkap. Tegas dia.

Setelah menangkap Syiam, pihaknya mengembangkan kasus ini dan menangkap teman prianya berinisial JRS (29) di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Dari tangan JRS, polisi menyita 1 plastik hitam berisikan narkoba jenis ganja dengn berar 74,43 gram.

“Masih dikembangkan karena kedua pelaku mengaku beli via online,” tutur dia.

Syaima Salsabilah pun melayangkan permohonan maaf kepada keluarga dan seluruh Fansnya.

Ia pun berjanji apabila proses hukum sudah selesai dijalankan oleh dirinya ia tidak akan mengulangi perbuatannya lagi menjadi pengguna narkoba.

“Saya menyesal dan saya tidak akan mengulanginya lagi,” ujar dia.

Sementara itu, Kuasa Hukum Syaima Salsabilah, Michael Himan mengaku bakal mengajukan rehabilitasi terhadap kliennya. Sebab, dalam kasus ini kliennya merupakan seorang pengguna narkoba bukan pengedar.

“Untuk ke arah rehab berharap demikian agar dia ini SS sebagai pengguna dia bukan sebagai pengedar atau penjual tapi konsumsi sendiri sehingga saya berharap untuk lebih terbaik kemudian soal proses hukum saya serahkan kepada penyidik dna penegak hukum,” ungkap dia.

Dari keterangan Syaima, ia menggunakan narkoba untuk menjaga kesehatan diri dan tidak dijual kembali. Sebab, Syaima mengaku susah tidur dari usia masih belasan tahun. 

Apalagi, ia sejak kecil sudah ditinggal oleh ibunya yang meninggal dunia dan satupun temannya tidak ada yang menjenguk.

“Karena susah tidur. Dan klien saya orang yang dari kecil sampai besar hidup sendiri karena orang tua sudah lama gak ada jadi muncul seperti depresi dan akhirnya gunakan barang haram tersebut untuk diri sendiri,” tutur dia.

Kendati begitu, ia sendiri tidak tahu dari mana asal badang haram yang didapati kliennya. Ia bakal melakukan pendalam lebih jauh lagi guna mengetahui siapa pemasoknya.

“Sementara ini yang besuk dari bapaknya sendiri dan ibunya (tiri). Belum ada teman-teman jenguk,” tandasnya.(nugroho)

Leave a Reply