Polda Metro Ringkus Penyebar Video Azan Ajak Jihad

CYBER CRIME HEADLINE

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap 1 pelaku penyebar video azan yang mengajak jihad dan viral di media sosial.

Pelaku berinisial H (32) ditangkap dari kediamannya di Rawa Badung, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (3/12/2020) dinihari sekira pukul 04.30. H diketahui berprofesi sebagai kurir dokumen di PT Trasnasional Grub Solution.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan tersangka H adalah pemilik akun instagram @hashophasan.

“Dengan akun instagramnya itu, pelaku diketahui menyebarkan video yang bermuatan SARA di media sosial secara massif,” kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/12/2020).

Dari hasil pendalaman, kata Yusri, H diketahui tergabung ke dalam group WhatsApp FMCO News atau Forum Muslim Cyber One.

“Dimana pelaku mengambil video itu dari grup WA tersebut dan mengunggahnya secara massif di akun instagramnya,” kata Yusri.

Menurut Yusri, di dalam grup WA FMCO News tersebut terdapat unggahan sejumlah video.

“Salah satunya video orang mengumandangkan azan yang dirubah pada kalimat “HAYYA’ ALA ASHAA-ASHALA” di ganti dengan ” HAYYA’ALA I JIHAT” dengan
disertakan kalimat-kalimat seruan untuk melakukan aksi Jihad diantaranya ‘Allahu Akbar, panggilan Jihad dimana-mana sudah berkumandang,” ujar Yusri.

Pelaku, kata Yusri, mengunggah video itu ke akun instagramnya pada 29 November 2020.

“Pelaku mengunggahnya ke akun Instagram @hashophasan milik pelaku pada tanggal 29 November 2020 pukul 22:19:54 WIB. Ia memposting 4 video dengan narasi ”Ust alghifary banten, ponpes hbb bahar, pasuruan dan wilayah lain. Dengan tag #seruan #jihad #muslim,” beber Yusri.

Akibat perbuatan pelaku, kata Yusri, berpotensi membuat kegaduhan karena seakan-akan Indonesia sedang dalam masa perang, dan mengajak semua umat muslim untuk berjihad dengan angkat senjata.

“Ketika video tersebut didengar oleh orang dan masyarakat Indonesia, dapat menimbulkan kegaduhan dan provokasi seolah-olah Indonesia saat ini sedang berjihad atau bertarung melawan musuh,” katanya.

Atas kejadian tersebut pelapor seorang umat Islam dan sebagai warga negara Indonesia merasa dirugikan dan membuat laporan polisi pada 3 Desember 2020 ke Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya

“Tim kemudian melakukan pencarian pemilik akun Instagram @hashophasan yang menyebarkan secara massif dan memprofilingnya,” kata Yusri.

Sehingga diketahui pelaku atau pemilik akun adalah H warga Cakung, Jakarta Timur. “Sehingga kami tangkap yang bersangkutan dinihari tadi,” ujar Yusri.

Yusri menjelaskan penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengetahui ada tidaknya pelaku lain yang terlibat. “Termasuk orang-orang yang ada di dalam video itu, juga yang melakukan azan ajakan jihad itu,” kata Yusri.

Tersangka dijerat Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 atas perubahan UU No.11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik atau ITE, dengan ancaman hukuman pidana penjara 6 tahun. (Amin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *