Ungkap Mafia Tanah, Menteri ATR/BPN Apresiasi Kinerja Polda Sumut dan Kejatisu

PORTALKRIMINAL.ID – MEDAN: Penyidik Subdit II/Harda-Bangtah Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut berhasil mengungkap dua kelompok kasus mafia tanah di Sumut dengan menangkap 4 orang pelaku.

Modusnya, menerbitkan 95 Surat Keterangan Tanah Garapan (SKTG) yang selanjutnya digunakan dalam gugatan perkara perdata dengan tergugat PTPN II dan BPN Deli Serdang untuk mendapatkan keapasahan kepemilikan tahan di PN Lubuk Pakam, bahwa mereka seolah-olah pemilik tanah yang sah.

Ke empat tersangka mafia tanah bernama mantan Kepala Desa Tumpatan Nibung Kec Batang Kuis Kab Deli Serdang, Maradoli Dalimunte (61) pensiunan PNS warga Perumahan Cendana Blok O Dusun X Desa Sena, Kec Batang Kuis Kab Deli Serdang, Ketua Kelompok tani Nuriani (58) warga Dusun VA Jalan Sedar Desa Tumpatan Nibung.

Kemudian mantan Kepala Desa Sena H.Edy Zakwan SE.MM (55), PNS warga Jalan Bunga Nabontar Dusun III Kel Marindal I Kec Patumbak Kab Deli Serdang dan Ketua kelompok tani Nanang Kusnaidi (44) warga Dusun V Desa Telaga Sari Kec Tanjung Morawa, Kab Deli Serdang.

Adapun barang bukti yang disita antara lain , SKT dari kedua kelompok masing-masing 54 eksemplar dan 41 eksemplar dan berbagai dokumen lainnya.

Kelompok tersangka H.Edy Zakwan SE.MM dengan membuat SKT sebanyak 54 eks dengan luas lahan 87,72 Ha di Dusun VIII Desa Sena Kec Batang Kuis Kab Deli Serdang. Kasus ini terungkap berdasarkan laporan Yulizar Nur SH selaku kuasa PTPN II Tanjung Morawa No LP/401/IX/2020/Sumut/SPKT “II” tanggal 27 Februarti 2020.

Sedanghkan kelompok Maradoli Munte dengan menerbitkan 41 eks SKT dengan luas lahan 51,64 Ha yang berlokasi di Dusun III Desa Tumpatan Nibung, Kec Batang Kuis Kab Deli Serdang. Kasus ini terungkap berdasarkan laporan Yulizar Nur SH selaku kuasa PTPN II Tanjung Morawa No LP/403/III/2020/Sumut/SPKT “II” tanggal 27 Februarti 2020.

Para tersangka mafia tanah itu sudah diserahkan ke Kejatisu setelah BAP dinyatakan lengkap, Kamis (17/12). Penyerahan barang bukti itu langsung disaksikan Gubsu Edy Rahmayadi, Kapoldasu Irjen Pol.Drs.Martuani Sormin M.Si, Staff khusus Kementerian BPN/ATR Irjen. Pol. Hary Sudwijanto, S.I.K, M.Si, Kajati Sumut Ida Bagus Nyoman Wiswantanu, S.H, M.H, Dirreskrimum Poldasu Kombes Irwan Anwar S.IK.SH.M.Hum dan Kasubdit II/Harda-Bangtah Ditreskrimum Poldasu AKBP Maringan Simanjuntak. Acara penyerahan para tersangka berikut barang bukti juga disaksikan menteri ATR/ BPN melalui siaran video conference.

Kepada wartawan saat penyerahan para tersangka di Kejatisu Kapoldasu Irjen Martuani Sormin mengatakan, kagan yang menjadi obyek adalah lokasi pembangunan sport center Provinsi Sumut

“Kami memastikan bahwa lahan itu bukan milik para tersangka oleh karena itu siapapun yang terlibat dalam sindikat kelompok mafia tanah ini akan kami tindak,” tegas Kapolda Sumut.

“Ada 4 tersangka yg terlibat dimana Modusnya adalah membuat 95 surat tanah dengan luas kepemilikan sekitar 138 hektar tanah dan mengklaim bahwa tanah tersebut adalah milik mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Kajatisu menyampaikan aksi para mafia tanah ini sudah terjadi sejak tahun 2000 milik PTPN ll kemudian di tahun 2015 memalsukan surat – surat tanah dan mengajukan gugatan kepengadilan bahwa mereka adalah pemilik tanah yang sah.

Dalam kesempatan itu juga, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengucapkan terima kasih kepada Polda Sumut dan Kejatisu yang sudah mengungkap kasus mafia tanah ini dan harapannya tidak ada lagi masyarakat yang berani melakukan hal – hal yang dapat merugikan sehingga harus berurusan dengan hukum.

Menteri ATR/ BPN melalui siaran video conference juga mengapresiasi Polda Sumut dan Kejatisu terkait keberhasilan mengungkap kasus mafia tanah. Kemudian Mentri ATR/BPN juga mengatakan semoga Sport Center Provinsi Sumut yg akan di bangun berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan lagi.

Selesai penyampaikan konferensi pers di lanjutkan dengan penandatanganan nota penyerahan tersangka dan barang bukti oleh Penyidik kepada kejaksaan dan di akhiri dengan foto bersama.

Sementara itu, Dirreskrimum Poldasu Kombes terungkapnya kasus yang menjerat Edy Zakwan Cs berawal dari rapat koordinasi p[ada 5 Februari 2020 antara pihak PTPN II, Disporasu dan BPN Sumut serta BPN Deli Serdang, Kepada Desa Sena dan Camat Batang Kuis untuk membahas dua keputusan kasasi Mahkamah Agung masing-masing putusan No.2435/K/Pdt/2019 yang memenangkan Suyartono dkk dan putusan no.1844/K/pdt/2019 yang memenangkan Kliwon skk atas gugatan tanah yang diajukan mereka ke PN Lubuk Pakam.

Pada rapat koordinasi itu akhirnya diketahui dari keterangan Kepala Desa Sena yang menyebutkan bahwa dasar gugatan berupa SKTG yang dijadikan bukti pada gugatan perdata yang diajukan oleh Suyartono dkk tidak terdaftar di buku registrasi kantor Desa Sena. Temuan itu juga dikuatkan melalui surat keterangan Kades Sena no.141/127/SN/II/2020 yang ditandatangani oleh Kades Sena Bayu Anggara tanggal 25 Februari 20920 kepada pimpinan PTPN II.

Demikian juga, kata Kombes Irwan Anwar, kasus yang menjerat Maradona Munte terungkap dalam pertemuan pihak PTPN II dan BPN Sumut dengan Kades Tumpatan Nibung Juarno pada Januari 2020. Kepala Desa dengan jelas mengatakan kalau 41 SKT itu tidak terdaftar di kantor Desa Tumpatan Nibung sesuai dengan surat no.141/127/TN/II/2020 tanggal 14 Februari 2020.

“Berdasarkan keterangan kedua kepala desa itu, kami melakukan penyelidikan lebih mendalam dan mencari bukti pendukung lainnya hingga diketyahui kalau para tersangka melakukan perbuatan melawan hukum,” jelas mantan Kapolresta Makassar Polda Sulawesi Selatan itu. (jos).

Leave a Reply