Polres Jakarta Pusat Gagalkan Kokain dari Jerman Modus Mainan Anak-anak

HEADLINE NARKOBA

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Polisi membongkar pengiriman narkoba jenis kokain dari Jerman. Barang haram itu dikirim menggunakan paket DHL dengan modus mainan anak-anak.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto menuturkan, pelaku yang ditangkap adalah JJ.

Ia ditangkap di halaman Kantor Pos Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan awal Desember 2020 lalu.

“Dia adalah pemain tunggal ya. Pelaku ini pemesan,” kata Heru di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (5/1).

Heru melanjutkan, awalnya penyidik dari Unit 2 Reserse Narkoba pimpinan AKP Yoga mendapat informasi paket mencurigakan dari Jerman dengan pengiriman sebulan.

Paket itu rencananya dikirim ke orang tua JJ dan mesti diambil di kantor pos kawasan Fatmawati.

Penyidik sempat mengamankan seorang saksi berinisial MSF di lokasi kantor Pos. Paket tersebut berisi mainan, buku anak-anak, timbangan dan buku tabungan.

“Saat dibongkar, ditemukan ada paket kardus warna kuning yang didalamnya terdapat buku berisi narkoba,” kata Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Indrawienny Panjiyoga.

Panjiyoga menambahkan, saat dibongkar, ditemukan narkoba jenis kokain seberat 122 gram dan sebuah handpone.

Pelaku MSF ini diminta JJ untuk mengambil paket itu. 

“Ia mengaku sudah tujuh sampai delapan kali melakukan pemesanan atas perintah JJ,” jelas Panjiyoga.

“Nah hasil urine pelaku ini negatif. Bisa jadi dia hanya pengedar dan pelaku pengiriman ke negara lain,” kata Panji.

Panjiyoga menuturkan, harga per gram kokain tersebut mencapai Rp 5 juta. Pembelinya pun disinyalir kalangan menengan keatas berupa komunitas.

“Beda dengan shabu dan ganja yang bisa dipakai dimana saja dan oleh siapa saja,” ungkap Panjiyoga.

Ia juga menduga, narkoba ini bukan murni dari Jerman.

“Ini kokain rata-rata dari Kolombia. Bisa jadi bukan dari Jerman, tapi lewat jerman,” jelas Panjiyoga yang dikenal hobi olah raga basket ini.

Saat ini, lanjut Panjiyoga, Polisi masih mengejar pelaku lainnya. Mengingat JJ terkesan tertutup.

“Pelaku ini belum mau terbuka ya, tertutama soal isi handponenya. Alasan dia lupa pin dan segala macam,” kata Panjiyoga.

Akibat perbuatannya, JJ dijerat pasal 114 sub 112 UU No 35 Tahun 2009.

“Ancamannya pidana mati hingga 20 tahun penjara,” tutup Panjiyoga. (Nugroho)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *