Ditreskrimsus Polda Jatim Bongkar Prostitusi Online Libatkan ABG

CYBER CRIME HEADLINE

PORTALKRIMINAL.ID – SURABAYA: Unit IV Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim  berhasil membongkar kasus prostitusi online yang melibatkan anak dibawah umur  alias ABG yang terjadi di Kelurahan Tambak Rejo, Waru, Sidoarjo, Kamis (21/1/2021) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kasus ini melibatkan tersangka berinisial AP (21) mahasiswa yang berdomisili di Tambakrejo, Waru, Sidaorjo.  Kini tersangka ditahan di Mapolda Jatim untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot RH didampingi Wadir Krimsus AKBP Zulham Efendi dan Kasubdit Siber AKBP Wildan,  menjelaskan, berawal bulan Januari 2021 tersangka  mengenal sebut saja “Mawar” . Kemudian menawarkan wanita itu untuk dibantu boking order (BO) melalui online.

Karena wanita yang disebut Mawar (15) ini bersedia, lalu tersangka menggungah konten berisi penawaran jasa  layanan prostitusi melibatkan anak dibawah umur di media sosial (medsos).

Medsos itu Michat dengan nama akun Puput, grup whatsap “beragam kreasi Jatim” dengan nomor 0821201xxxx dan grup facebook “ cewek  include Surabaya Sidoarjo” menggunakan  akun facebook “Angga Gepeng”.

“Tersangka mematok tarif berfariasi. Untuk layanan prostisusi ini, pelaku memasang tarif sebesar Rp 500 hingga Rp 2 juta ,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko didampingi Wadireskrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Efendi, Selasa (26/1/2021).

Kronologis kejadian Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jatim yang dikomandani AKBP Wildan  sekira Januari 2021 melakukan patrol Siber (cyber patrol). Kemudian dilakukan analisa dan penyelidikan keberadaan pemilik akun yang menggunggah konten tersebut.

Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya tersangka berhasil ditangkap pada hari Kamis 21 Januari 2021 sekitar pukul 23.00 WIB, di rumahnya di daerah Waru Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Dari penangkapan itu, polisi berhasil mengankan barang bukti (BB) berupa, satu unit handphone merk Xiaomi Redmi Note 9 dan satu unit handphone merk Asus.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau pasal 296 KUHP. Sedang ancaman hukuman 6  tahun atau denda Rp  1 miliar. (Amin)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *