Polres Jakarta Pusat Ringkus Seluruh Pelaku Jambret Marinir Bersepeda

HEADLINE KRIMUM

PORTALKRIMINAL.ID- JAKARTA : Polres Metro Jakarta Pusat menangkap salah satu DPO Pelaku jambret kepada salah satu anggota Marinir pada 26 Oktober 2020 lalu.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat
AKBP Burhanuddin mengatakan, kejadian itu sempat viral dan menimbulkan kecemasan bagi para pengguna sepeda.

“Kita ketahui kejaidan itu viral dan pada bulan tersebut banyak sekali TKP kejahatan jambret terhadap orang-orang yang bersepeda baik itu dalam olahraga maupun perjalanan ke kantor,” kata Burhanudin di Polres Metro Jakpus, Selasa (26/1/2021).

Ia menambahkan, kejadian ini bermula pada 26 oktober 2020, Senin pukul 6.45 di Jalan Medan Merdeka Barat telah terjadi aksi upaya tindak pidana jambret kepada handphone salah satu orang yang bersepeda pada hari tersebut.

Pada saat itu korban seorang diri mengayuh sepedanya kemudian dipepet oleh dua motor. Satu mendahului dengan dua orang. Lalu satu motot bonceng membuntuti dari belakang.

“Yang 6ch⁷ nyalip dari sebelah kiri lalu yang di belakang atau dibonceng berupaya mengambil handphone korban. Akhirnya korban terjatuh dan handphone nya nggak bisa diambil dan para pelaku dua pemotor melarikan diri,” tambahnya.

Setelah kejadian korbannya salah satu petugas dari salah satu instansi dia terjatuh tangannya luka para pelaku melarikan diri.

“Beberapa bulan lalu 3 orang pelaku berhasil kita amankan. Motor pertama yang menghalang-halangi dua orang berhasil kita amankan. Satu orang yang berupaya menjambret dari belakang berhasil kita amankan dan perkaranya sudah p21 atau tuntas,” jelasnya.

“Alhamdulillah satu lagi berhasil kita amankan atas nama tersangka DJ dia ini yang merupakan joki yang mengendarai motor yang di belakang yang menhambret.
Dan seperti diketahui kami lakukan pengembangan yang bersangkutan telah lakukan 11 kali melakukan tindak pidana penjambretan atau curas. Tkp nya ada di ada yang di Jaksel ada yang di Jakbar dan pusat,” sambungnya

Tersangka dapat dikenakan pasal 363 KUHP. “Terhadap tersangka yang kami amankan terakhir ini, kami terapkan Pasal 363 Juncto 53 Pasal (gajelas) KUHP ancaman maksimal 7 tahun,” tutup Burhanudin (Nugroho)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *