Nekat Mantan “OB” Buka Klinik Aborsi Ilegal, Raup Puluhan Juta

HEADLINE KRIMSUS

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Subdit II Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap sepasang suami istri ER dan ST yang nekat membuka klinik aborsi ilegal. Mereka ditangkap di Kp. Cibitung RT 001 RW 05, Kel. Padurenan, Kec. Mustika Jaya, Kota Bekasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan diketahui ER mantan pegawai klinik aborsi di kawasan Tanjung Priok pada tahun 2000 sebagai pembersih klinik alias Office Boy (OB).

“Tersangka ER yang membuka praktik aborsi tidak memiliki kompetensi sebagai tenaga kesehatan atau dokter. Cuma berdasarkan pengalaman pernah bekerja di klinik aborsi tahun 2000 selama 4 tahun,” ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Rabu (10/2/2021).

Menurut Yusri, tugas ER melakukan pembersihan, sudah di cek tempat kerja lamanya sudah tutup. Dari situ ER belajar untuk melakukan praktik aborsi.

“Dari keterangan pengakuan tersangka ER baru membuka praktik aborsi ilegal 4 hari di rumahnya, tapi sudah 5 kali melakukan praktek aborsi. ER hanya berani melakukan praktik aborsi janin berusia di bawa 8 minggu, dengan tarif Rp 5 juta,” terang Yusri.

Lanjut Yusri, tarif yang diterima ER dari Rp 5 juta adalah sebesar Rp 3 juta, sedangkan calo aborsi menerima Rp 2 juta. Selama buka praktik aborsi telah terkumpul uang sebesar Rp 39.400.000.

Sedangkan tugas ST suami ER, mencari ibu hamil yang akan menggugurkan kandungannya. ST berperan sebagai pemasaran, mencari pasien yang ingin aborsi. Kemudian menemukan satu ibu rumah tangga berinisial RS ingin janin yang ada dalam kandungannya dilakukan aborsi melalui alamat hellodok.web.id dengan nama klinik kurret kandungan legal di Jakarta. Selanjutnya calon pasien menghubungi nomor WhatsApp.

Tersangka dijerat pasal 194 jo pasal 75 ayat (2) UU Nomor 36 tentang Kesehatan ancamannya 10 tahun penjara, denda 1 miliar. Kemudian pasal 77A jo pasal 45A UU Nomor 35 tentang perubahan atas UU Nomor 35 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara 5 tahun. (Amin)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *