Buronan Narkoba Internasional Andrew Ayer Kabur Saat Diperiksa Imigrasi Bali

HEADLINE NARKOBA

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Layaknya filem Impossible,  yang dibintangi Tom Cruise. Pria Rusia ini mampu melarikan diri di tengah proses pemeriksaan. jangan berprasangka ini shooting filem, tapi ini nyata. Pria itu bernama Andrew Ayer alias Andre Kovalenka.

Dia juga buronan Interpol yang melarikan diri dari Kantor Imigrasi Kelas I Ngurah Rai,  Kamis (11/2), pukul 13. 20 WITA (Waktu Indonesia (bagian) Tengah). 

Laki-laki dari negeri Beruang Merah yang melarikan diri beberapa saat usai dijenguk teman wanitanya Ektarina Trubkina, tak pelak menjadi buronan Imigrasi dan Penegak Hukum di Bali.

Menurut Kabag Humas pada Biro Humas Kementerian Hukum dan HAM Tubagus Arif Faturahman Andrew, Andrew Ayer adalah terpidana perkara narkotika. 

“Ia ditangkap Polisi, Oktober 2019 karena menjadi pengedar narkoba Hashish untuk turis. Barang bukti 521, 19 gram hashish, ” katanya, di Jakarta,  Minggu (14/2).

Pemilik tubuh besar ini ditangkap, di Jakan Sunset Road, tempat Sisha Cafe,  Kuta, Badung.  Dia menjalani pidana di Lapas Kerobokan,  Bali. 

PROSES ADMINISTRASI

Andrew melarikan diri dalam proses administrasi pemindahan dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar.

Proses ini dilakukan,  setelah selesai menjalani pidana di Lapas Kerobokan. 

Peristiwa terjadi usai dijenguk rekan wanitanya bernama Ekaterina Trubkina. 

Belum diketahui,  pelarian Andrew terinspirasi oleh kecantikan rekan wanitanya dan atau sebab lain? 

Bisa jadi,  setelah tertangkapnya baru akan diketahui penyebab sebenarnya. Yang pasti,  Andrew masuk Red Notice Interpol,  yang berpusat, di Lyon,  Perancis. 

CEKAL

Arif menjelaskan proses pemeriksaan dalam rangkaian tindakan keimigrasian berupa pendeportasian dan pengusukan Cekal. 

“Usai menjalani pidana perkara narkoba,  Andrew diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai,  3 Februari 2021.”

Selanjutnya,  terhadap yang bersangkutan,  Kamis (11/2) rencananya akan dipindahkan dari Ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai ke Rumah Detensi Imigrasi Denpasar.

Pemindahan ini, karena keterbatasan ruang detensi yang dimiliki Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai. 

EKATERINA

Masih kata Arif,  saat proses administrasi pemindahan dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar, Andrew dikunjungi Ekaterina. 

Proses administrasi ini guna memperoleh keterangan, mendata dan menyiapkan surat penyerahan untuk nantinya diambil oleh Interpol. proses tengah berlangsung,  Ekaterina datang sekitar pukul 13. 20 WITA. 

“Usai dijenguk, Andrew kembali jalani pemeriksaan, tapi saat proses pemeriksaan berlangsung, ia menyelinap dari dalam ruang pemeriksaan dan melarikan diri.”

Arif menerangkan atas kejadian terseburlt,  Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai saat ini telah mengerahkan seluruh pegawai untuk mencari Andrew. 

“Hal sama dilakukan oleh  Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar, Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja dan tim dari Kanwil Kemenkumham Bali.”

Bahkan,   Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai juga telah mengusulkan terpidana tersebut  ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) ke Kepolisian Daerah Bali.

“Sekaligus berkoordinasi dengan Bareskrim Polri, Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Konsul Kehormatan Rusia dan Konsul Kehormatan Ukraina di Bali, Direskrimum Polda Bali. “

Selain itu,  tambah Arif langkah serupa kepada Kantor Otoritas Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, GM Angkasa Pura I dan Maskapai Penerbangan serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan untuk mencegah keberangkatan Andrew dan Ekaterina ke luar Bali. 

“Masyarakat yang mengetahui keberadannya dapat menghubungi WhatsApp Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai di No. 081236956667 atau melalui Kasi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, PUTU SUHENDRA di No. 082165055256, ” pungkas Arif.  (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *