Polres Jakarta Pusat dan Kodim Gelar Patroli Besar-besaran Pasca Teror Bom Katedral Makassar

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi memastikan, pengamanan di sejumlah gereja bakal diperketat pasca adanya serangan teror bom di Katedral Makassar.

Hengki mengatakan,  pihaknya tengah mempelajari modus-modus baru pelaku serangan teror yang kini mengancam tempat ibadah.

“Kami pelajari betul tentang modus yang dilaksanakan oleh para pelaku teror ini ya. Sehingga kegiatan di tempat ibadah khsusnya gereja kita akan adakan screening yang ketat,” kata Hengki di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (29/3).

Teranyar, Polisi dan TNI menerjunkan 389 personel gabungan yang berpatroli di wilayah Sudirman, Senayan, Bundaran HI hingga Monas.

Hengki melanjutkan, pihak gereja diminta memperket pintu masuk. Apalagi kini tengah dalam masa persiapan Paskah.

“Artinya kapan itu pintu masuk bagi jemaah tentunya  tidak boleh ada motor lewat sana. Nanti ada SOP tertentu yang akan kita atur,” jelas Hengki.

Kemudian, dalam setiap pengamanan, Polisi dan TNI menyiapkan body sistem terhadap anggota. 

“Nanti didepan tempat-tempat ibadah khsusnya gereja melaksanakan misa akan kita tempatkan pos sementara disana,” jelas Hengki.

Selain itu, Hengki juga memastikan, bakal mendekati tokoh agama untuk menciptakan rasa aman di masyarakat.

“Kami menjaga keamanan, dan juga preventif kita laksanakan upaya-upaya utk intinya memberikan rasa aman di masyarakat,” jelas Hengki.

“Dan apabila kita siap tentunya ini juga merupakan deterance bagi para pelaku untuk tidak melakukan di wilayah Jakpus,” terang Hengki.

Hengki juga memastikan, Polisi bakal memantau pergerakan netizen di media sosial. Mengingat potensi terjadinya hasutan untuk melakukan ujaran kebencian. Yakni virtual police.

“Jadi secara awal sudah diketahui mana yang melanggar UU itu sudah diingatkan. Ada tahapannya baru akan penindakan,” jelas Hengki seraya memastikan kondisi di Jakarta Pusat berjalan aman (Nugroho)

Leave a Reply