Polres Jakarta Pusat Tangkap Tiga Bandar Narkoba, Sita Sabu 1,5 Kg

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Aparat kepolisian Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat berhasil menangkap tiga orang jaringan pengedar narkoba yang sering beroperasi di wilayah Jakarta Pusat. Ketiga orang tersebut adalah U alias V, RF, dan H alias CH.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Indrawienny Panjiyoga mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal pada 30 Maret 2021. Di mana Tim Unit 2 Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat mendapat informasi bahwa ada peredaran narkotika di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

“Kemudian Unit 2 membentuk Unit Khussus dan lakukan teknik undercover buy, untuk mancing dengan anggota yang menyamar sebagai pembeli. Pada malam harinya, sekitar pukul 20.00 WIB, tersangka U keluar dan melakukan transaksi 53 gram narkoba jenis sabu-sabu,” kata Panjiyoga, di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa 13 April 2021.

Saat tersangka sedang menyerahkan sabu tersebut, lanjut Panjiyoga, pihaknya langsung melakukan penangkapan. Saat melakukan penggeledahan, aparat kepolisian menemukan lagi 978,6 gram nakoba jenis sabu, ekstasi sebanyak 18,9 gram, dan ganja sebanyak 19,1 gram di dalam jok motor milik tersangka.

“Sehingga totalnya ada sekitar 1,5 kilogram narkotika yang kami amankan. Dari tersangka U, kami lakukan lagi pengembangan dan berhasil menangkap RF dan CH. Kedua orang ini kami tangkap di rumah kos di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat,” lanjutnya.

Ia menambahkan, bahwa RF ditangkap bersama 10,30 gram sabu dan CH diamankan bersama 1,38 gram sabu. Saat dilakukan tes urine, ketiga tersangka ini juga positif menggunakan narkoba.

“CH menyimpan 1,38 gram sabu ini di samping kaki kanannya, sedangkan RF menyimpan narkoba tersebut di dalam saku jaket yang sedang dipakainya,” tambah Panjiyoga.

Salah satu tersangka berinisial U mengungkapkan, bahwa ia bisa meraup uang sebanyak Rp 15 juta dari hasil penjualan 1 kilogram sabu ini. Sebelum ditangkap, U telah menjual kurang lebih tiga kilogram sabu, yang berarti ia telah mendapat pemasukan dari bisnis barang haramnya ini sebanyak Rp 45 juta.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 114 subsider 112 dan 111 UU RI nomor 35 tahum 2009, tentang narkotika. Ancaman hukuman dengan kurungan penjara maksimal 15 tahun (Nugroho)

Leave a Reply