Dua Kali Diperiksa BPJS TK, Status Dirut PT. Syailendra Capital Masih Saksi

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Direktur  Utama PT. Syailendra Capital (SC)  Fajar Rachman Hidajat bersama 4 anggota Direksi dan Pengurus PT. SC lainnya  diperiksa intensif dalam Skandal BPJS Tenaga Kerja (TK). 

Namun demikian,  sampai pemeriksaan selesai belum satu orang pun ditetapkan tersangka. Padahal,  pemeriksaan ini kedua bagi Fajar Rachman. 

Belum diketahui alasan begitu hati-hatinya Kejaksaan Agung menetapkan tersangka Skandal BPJS TK. 

Mantan Direksi PT. BPJS TK, mulai Agus Susanto,  Amran Nasution,  M. Krishna Syarief hingga Avi Afiatin bahkan dua kali diperiksa, di Gedung Bundar,  Kejaksaan Agung. 

Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak mengatakan tim penyidik masih mencari fakta hukum,  guna mengumpulkan alat bukti. 

“Semua dalam upaya membuat terang tindak pidana dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi BPJS Tak,  ” katanya memberi alasan, di Jakarta, Rabu (14/4).

PERTAMA KALI

Pemeriksaan Fajar Rachman Hidajat dan rombongan dari perusahaan sama adalah kali pertama,  dalam Skandal BPJS TK. 

“Tentu ada alasan mengapa satu perusahaan manajer investasi banyak pengurusnya diperiksa bersamaan. Saya berpikir ini tahapan penting untuk menentukan sikap,” tukas Pelapor Skandal BPJS TK Boyamin Saiman, Kamis (15/4).

Seperti,  Harnugama selaku Direktur Marketing PT. SC), MS (Head of Equity PT. SC), Ahmad Solihin (Direktur Investasi PT. SC) dan SJ (Head of Institutional PT. SC).

Pemeriksaan Skandal BPJS TK terakhir,  adalah Eks.  Direktur Keuangan BPJS TK Avi Afiatin,  Selasa (6/3). Pertama diperiksa,  Jumat (22/1) bersama M. Krisna Syarief (Eks.Direktur Pelayanan BPJS TK). 

Krisna pertama kali diperiksa,  Rabu (24/2). Sedangkan Eks. Dirut BPJS TK Agus Susanto diperiksa terakhir, Kamis (25/2). Pemeriksan pertama, Rabu (27/1) bersama Amran Nasution, yang dua pekan lalu kembali diperiksa. 

TRIMEGAH

Selain itu, Rabu (24/2) Kejagung juga memeriksa lagi Dirut PT. Trimegah Asset Management Antony Dirga, Dirut BNI Sekuritas Putut Endro Andanawarih.

Serta, HP selaku Dealer Pasar Utang BPJS-TK, II ( Deputi Direktur Analisa Portofolio BPJS-TK) dan T (Bank Mandiri Custody).

Jauh sebelumnya, Kamis (4/2) Stephanus Turangan (Dirut PT. Trimegah Sekuritas Indonesia) diperiksa.

Eksekutif dimaksud juga sempat diperiksa beberapa kali bersama Erry Firmansyah (Mantan Dirut BEI) terkait penyidikan umum Jiwasraya.

Entah alasan dan pertimbangan apa sehingga Eksekutif PT. Trimegah Sekuritas dan Trimegah Asset Management bolak – balik Gedung Bundar.

Sama seperti Yacinta Fabiana Tjang (Dirut PT. UOB Kay Hian Sekuritas). Peliput di Gedung Bundar dengan canda sering menyebut “Customer” alias Pelanggan Gedung Bundar. (ahi) 

Leave a Reply