Hingga Pemeriksaan ke-3, 6 Tersangka Kasus Jual-beli IUP Belum Juga Ditahan

PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Periksa MA,  Direktur PT. Indonesia Coal Resources (ICR),  tapi hingga usai diperiksa 6 tersangka kasus Jual-Beli IUP Pertambangan Batubara, di Sarolangun,  Jambi tak juga ditahan. 

Dikhawatirkan perkara ini bernasib sama dengan kasus Pembobolan Bank Mandiri Solo Jilid II sebesar Rp201 miliar oleh PT. Central Steel Indonesia (CSI). 

Dibuka kembali,  Selasa (30/6/2020) dan Rabu (1/7/2020) dengan memeriksa pemegang saham PT. CSI,  mulai Goew Siauw Hung, Nadia Kristianto dan Yulia,  tapi hingga kini tidak ada kelanjutan. 

Padahal,  dalam kasus ini telah ditetapkan 6 tersangka. Pemegang saham yang diduga menerima kucuran uang kredit,  sesuai dakwaan jaksa sudah diperiksa.

“Sebenarnya,  ada harapan penegakan hukum tidak pilih kasih saat kasus itu dibuka lagi. Karena sampai saat ini tidak ada perkembangan. Saya juga agak pesimis, meski masih ada asa,  ” kata Ketua LSM Mapikor Iqbal DH,  beberapa waktu lalu. 

Kasus Jual-Beli IUP (Izin Usaha Pertambangan)  Batubara,  dibuka lagi dan memeriksa empat orang saksi,  Rabu (21/4) dan Kamis (22/4).

Enam orang tersangka,  yang ditetapkan, sejak Selasa (8/1/2019, terdiri Eks Dirut PT. Antam AL,  Dirut PT. ICR (anak usaha PT. Antam) BM. 

Lalu,  MT (Komisaris PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa dan Pemilik PT. RGSR), ATY (Direktur Operasi dan Pengembangan PT. Antam),  HW (Senior Manaher Corporate Syrategic Development PT. Antam)  dan MH (Komisaris PG. Tamarona Mas International). 

Dugaan kerugian negara sesuai Audit BPK sebesar Rp91,5 miliar. 

FAKTA HUKUM

Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak mengatakan pemeriksaan untuk mencari fakta hukum,  guna mengumpulkan alat bukti. 

“Semua untuk membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi,  ” katanya,  di Jakarta,  Senin (26/4).

Dia menambahkan selain itu,  tim penyidik juga memeriksa AA (Mantan Komisaris Utama PT. ICR tahun 2009-2013.

Dalam keterangannya,  tidak disinggung peran kedua orang tersebut. Juga tidak dijelaskan 6 tersangka tidak ditahan,  sejak 2019.

Dikhawatirkan, mereka akan menghilangkan alat bukti serta melarikan diri. 

KASUS POSISI

Kasus berawal saat Dirut PT. ICR bekerjasama dengan PT. Tamarona Mas International (TMI), selaku Kontraktor dan  Komisaris PT. TMI telah menerima penawaran penjualan/pengambil alihan IUP Operasi Produksi (OP) Batubara atas nama PT. TMI seluas 400 Ha,  di Kabupaten Sarolangun,  Jambi. 

Areal terbagi dua,  terdiri IUP seluas 199 Ha dan IUP seluas 201 ha. 

Lalu,  diajukan permohonan persetujuan pengambil alihan IUP seluas 400 ha kepada Komisaris PT. ICR melalui surat No: 190/EXT-PD/XI/2010, 18 November 2010, perihal rencana akuisisi. 

Permohonan akuisisi  disetujui Perihal: Rencana Akuisisi PT. TMI dengan surat No:034/Komisaris/ i/2010, 18 November 2010. 

Praktiknya,  justru PT. TMJ mengalihkan IUP OP seluas 199 Ha dan IUP Eksplorasi seluas 201 ha kepada PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa (CTSP), 16 Desember 2010 sesuai surat No:TMI-003-01210. (ahi) 

Leave a Reply