Semakin Mengerucut, Tersangka Skandal BPJS Segera Ditetapkan?

HEADLINE KORUPSI

PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA:  Sesudah kantogi keterangan 5 Analis BPJS Tenaga Kerja (TK),  Kejaksaan Agung balik periksa Pejabat BPJS TK terkait Pasar Modal. 

Tetapi,  sampai usai pemeriksaan terhadap KBW  KBW selaku Deputi Direktur Bidang Pasar Modal BPJS TK, tak seorang pun ditetapkan tersangka. 

Penyidikan Skandal BPJS TK sudah memasuki bukan keempat. Kontras dengan Skandal Asabri yang juga disidik awal Januari 2021 sudah menetapkan 9 orang tersangka. 

Leonard EE. Simanjuntak, Kapuspenkum beralasan tim penyidik masih mencari fakta hukum,  guna mengumpulkan alat bukti.

“Semua untuk membuat terang tindak pidana dalam pengelolaan keuangan dan investasi BPJS TK,  ” katanya,  di Jakarta,  Senin (26/4).

Kelima orang Analis BPJS TK terkait investasi saham dan reksadana sudah sudah diperiksa,  Selasa (20/4) atas nama HS selaku Analis APF.

Disusul 4 Analisnya,  Rabu (21/4), terdiri DH, DY,  TS dan AMM. Semua menjabat Analis APF pada BPJS TK. 

SALAH ANALISA? 

Pemeriksaan para Analis BPJS terkait dugaan salah menganalisa investasi BPJS TK pada saham dan reksadana berakibat terjadi kerugian Rp20 triliun selama tiga tahun berturut-turut. 

“Apa ada perusahaan sejenis merugi dalam tiga tahun berturut-turut hingga Rp20 triliun. Tentu,  ada salah analisa pasar,  ” kata Febrie Adriansyah,  Direktur Penyidikan, Kamis (25/2) malam. 

Terkait itu,  dia mengaku tim penyidik tengah memperdalamnya, apakah kerugian disebabkan kerugian bisnis atau perbuatan orang per-orang sehingga BPJS TK dirugikan Rp20 triliun. 

Istilah,  Jampidsus Ali Mukartono yang ditemui terpisah saat itu,  tim masih bekerja untuk menentukan apakah telah telah terjadi perbuatan melawan hukum atau sebaliknya. 

Perkembangan terakhir,  yang diperoleh dari berbagai sumber tim sudah memperoleh keterangan signifikan dan bakal dibawa ke forum Ekspose (Gelar Perkara). 

Keterangan amat penting ini diperoleh, setelah memeriksa,  Rabu (14/4)  Dirut PT. Syailendra Capital (SC)  Fajar Rachman Hidajat bersama 4 anggota Direksi dan Pengurus PT. SC lainnya.

Mereka,  terdiri Harnugama selaku Direktur Marketing PT. SC) , MS (Head of Equity PT. SC), Ahmad Solihin (Direktur Investasi PT. SC) dan SJ (Head of Institutional PT. SC).

Sementara Mantan Direksi PT. BPJS TK, mulai Agus Susanto,  Amran Nasution,  M. Krishna Syarief hingga Avi Afiatin bahkan dua kali diperiksa,  di Gedung Bundar,  Kejaksaan Agung. 

DUA KALI

Eks.  Direktur Keuangan BPJS TK Avi Afiatin diperiksa terakhir,  Selasa (6/3). Pertama diperiksa,  Jumat (22/1) bersama M. Krisna Syarief (Eks. Direktur Pelayanan BPJS TK). 

Krisna pertama kali diperiksa,  Rabu (24/2). Sedangkan Eks. Dirut BPJS TK Agus Susanto diperiksa terakhir,  Kamis (25/2) . Pemeriksan pertama,  Rabu (27/1) bersama Amran Nasution,  yang dua pekan lalu kembali diperiksa. 

Selain itu, manajer investasi yang sudah diperiksa, Rabu (24/2) adalah Dirut PT. Trimegah Asset Management Antony Dirga, Dirut BNI Sekuritas Putut Endro Andanawarih.

Serta , HP selaku Dealer Pasar Utang BPJS-TK, II ( Deputi Direktur Analisa Portofolio BPJS-TK) dan T (Bank Mandiri Custody).

Jauh sebelumnya, Kamis (4/2) diperiksa Stephanus Turangan (Dirut PT. Trimegah Sekuritas Indonesia).

Eksekutif dimaksud juga sempat diperiksa beberapa kali bersama Erry Firmansyah (Mantan Dirut BEI) terkait penyidikan umum Jiwasraya.

Entah alasan dan pertimbangan apa sehingga Eksekutif PT. Trimegah Sekuritas dan Trimegah Asset Management bolak – balik Gedung Bundar.

Sama seperti Yacinta Fabiana Tjang (Dirut PT. UOB Kay Hian Sekuritas).Peliput di Gedung Bundar dengan canda sering menyebut “Customer” alias Pelanggan Gedung Bundar. (ahi) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *