4 Petinggi PT Antam Tak Juga Ditahan, Meski Berstatus Tersangka Sejak 2019

HEADLINE KORUPSI

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Usai pemeriksaan keempat kasus Jual – Beli Saham IUP Batubara Sarolangun,Jambi, Eks. Dirut PT Antam AL dan 5 tersangka lain tak juga ditahan.

Kontras dengan Skandal Asabri. Periksa,  tetapkan tersangka. Lalu,  ditahan di Rutan Kejagung. 

Padahal,  Al bersama Eks. Dirut PT. ICR (anak usaha PT. Antam Tbk) BM,  HW (Senior Manager Corporate Strategic Development PT. Antam) dan ATY (Direktur Operasi PT. Antam)  ditetapkan tersangka,  sejak Selasa (8/1/2019).

Dua tersangka lagi,  ialah MT (Komisaris PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa dan Pemilik PT. RGSR) dan MH (Komisaris PT. Tamarona Mas International). 

Dugaan kerugian negara sesuai Audit BPK sebesar Rp91,5 miliar. 

“Harusnya, Kejagung bersikap tegas agar tidak menjadi kontra produktif dalam usaha meraih Trust dari Publik,  ” kata Pegiat Anti Korupsi Boyamin Saiman,  Rabu (28/4).

Menurut dia, kasus Antam tidak ada bedanya dengan kasus pembobolan Bank Mandiri Solo Jilid II. 

“Sama 6 tersangka, sempat dibuka lagi,  tapi tak jelas penyelesaiannya,  ” tutur Boyamin yang juga Pelapor kasus Bank Mandiri Solo. 

Begitu juga,  nasib kasus Dana Hibah (dan Bansos)  Sumsel Jilid II,   kasus Bank BTN Gresik dan Semarang dengan 7 tersangka dan kasus Victoria dengan 4 tersangka. 

FAKTA HUKUM. 

Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak mengatakan pada pemeriksaan keempat, Selasa (27/4) diperiksa PS selaku Konsultan Penilai Properti. 

“Pemeriksaan guna mencari fakta hukum untuk mengumpulkan alat bukti agar tindak pidana kasus jual-beli saham IUP Batubara menjadi terang. “

Dalam keterangannya, tidak disinggung belum ditahannya Para Pejabat PT. Antam (Persero) dan dua unsur swasta.

Kasus yang mangkrak,  sejak dua tahun lalu dibuka lagi,  Rabu (21/4) dan Kamis (22/4) dengan memeriksa 4 orang saksi. Terakhir,  Senin (26/4) tim penyidik  memeriksa AA (Mantan Komisaris Utama PT. ICR tahun 2009-2013 dan  MA,  Direktur PT. ICR (Indonesia Coal Resources).

KASUS POSISI

Kasus berawal saat Dirut PT. ICR bekerjasama dengan PT. Tamarona Mas International (TMI), selaku Kontraktor dan  Komisaris PT. TMI telah menerima penawaran penjualan/pengambil alihan IUP Operasi Produksi (OP) Batubara atas nama PT. TMI seluas 400 Ha,  di Kabupaten Sarolangun,  Jambi. 

Areal terbagi dua,  terdiri IUP seluas 199 Ha dan IUP seluas 201 ha. 

Lalu,  diajukan permohonan persetujuan pengambil alihan IUP seluas 400 ha kepada Komisaris PT. ICR melalui surat No: 190/EXT-PD/XI/2010, 18 November 2010, perihal rencana akuisisi. 

Permohonan akuisisi  disetujui, Perihal: Rencana Akuisisi PT. TMI dengan surat No:034/Komisaris/ i/2010, 18 November 2010. 

Praktiknya,  justru PT. TMJ mengalihkan IUP OP seluas 199 Ha dan IUP Eksplorasi seluas 201 ha kepada PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa (CTSP), 16 Desember 2010 sesuai surat No:TMI-003-01210. (ahi) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *