Lagi Dirut PT. Trimegah Sekuritas Kasus Asabri, Status Masih Sebagai Saksi

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Lagi,  Stephanus Turangan,  Dirut PT. Trimegah Sekuritas diperiksa terkait Skandal Asabri,  yang merugikan negara sekitar Rp23,7 triliun. 

Namun,  lagi-lagi pula usai pemeriksaan kedua kali,  setelah yang pertama, Senin (10/5) ‘Customer’ Gedung Bundar masih berstatu saksi. 

Disebut Customer Gedung Bundar, sebab berulang kali diperiksa dalam penyidikan umum Skandal Jiwaraya,  terakhir Selasa (15/9/2020).

Nasib,  penyidikan umum Jiwasraya yang didasarkan kepada Sprindik (Surat Perintah Penyidikan), 27 Desember 2019 hingga kini ‘menguap’ tanpa tersangka. 

Padahal, dalam kasus ini puluhan saksi diperiksa, termasuk Mantan Dirut PT. Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah dan sejumlah manajer investasi. 

BROKER

Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak mengatakan pemeriksaan terhadap ST (Dirut PT. Trimegah Sekuritas) terkait
pendalaman broker PT. Asabri (Persero) terkait PT. Trimegah Sekuritas.

“Pemeriksaan dimaksudkan guna cari fakta hukum untuk mengumpulkan alat bukti guna membuat terang tindak pidana, ” katanya, di Jakarta, Senin (17/5) malam. 

Tidak dijelaskan tentang peran broker dan volume transaksi saham yang dilakukan serta nilai transaksi. 

Lalu,  kemungkinan menjadikan korporasi sebagai tersangka agar kerugian negara dapat diminimalkan yang sejauh ini baru sekitar Rp11-an triliun dari sejumlah aset yang disita dari 9 tersangka. 

Pada bagian lain, Kejaksaan Agung memeriksa MI selaku Sekretaris Tersangka Heru Hidayat di PT. Maxima Integra.

Dari keterangan berbagai sumber,  upaya tersebut dilakukan guna memburu aset Heru lainnya,  mengingat aset tersita dari tersangka belum maksimal. 

Perusahaan ini,  adalah juga tempat Joko Hartono Tirto bekerja. Joko yang disebut-sebut sebagai ‘kaki tangan’ Heru telah ditetapkan tersangka Jiwasraya. 

BETTY

Selain Stephanus Turangan,  Senin (10/5) turut diperiksa Betty,  terpidana kasus Dapen Pertamina yang sempat buron dan ditangkap,  Senin (2/3/2021).

Kapuspenkum menyebutkan dia diperiksa dalam kapasitas Komut PT. Sinergi Millenium Sekuritas (d/h, PT. Milenium Danatama Sekuritas).

Selain itu,  turut diperiksa SH selaku Istri Tersangka SW, ZA (Direktur PT. Hanson Samudera Indonesia), DB (Komisaris PT Strategic Management Services).

Kemudian, AT (Direktur PT. Mahkota Nikel Indonesia dan Direktur PT. Tiga Samudra Nike), ID diperiksa terkait Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan baik bank maupun non-bank 

Serta, Prof. NP diperiksa terkait hukum bisnis dan pasar modal oleh Tim Jaksa Penyidik di Yogyakarta dan Drs. SS diperiksa terkait keuangan negara oleh Tim Jaksa Penyidik di Bandung.

Terakhir,  tersangka Sonny Widjaja terkait perbuatan yang telah dilakukan dalam mengelola keuangan dan dana investasi PT. Asabri (Persero). (ahi) 

Leave a Reply