Periksa Dirut PT. BTS, Tim Penyidik Asabri Buru Aset Bentjok Lainnya

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Kejaksaan Agung kembali berburu aset tersangka Asabri Benny Tjokrosaputro (Bentjok),  meski dua hari terakhir sudah menyita dua hotel dan lahan 2,9 juta M2.

Jeffrey Charles Tan,  Direktur Utama PT. Bravo Target Selaras dicecar tentang penelusuran aset Bentjok di PT. Bravo Target Selaras (BTS), terkait Skandal Asabri yang merugikan negara sekitar Rp23, 7 triliun. 

Belum diketahui hasil pemeriksaan hingga Jumat (21/5) malam dan status Bentjok di PT. BTS, yang menggarap proyek properti terpadu,  di Gandaria City, Kebayoran Lama,  Jakarta Selatan. 

Dia sendiri sudah diperiksa, sebelumnya Kamis (29/4/2021) terkait penelusuran aset Bentjok. 

“Benar,  JCT diperiksa terkait penelusuran aset tersangka Asabri BTS,  ” kata Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak,di Jakarta,  Jumat (21/5) malam. 

Perusahaan PT. BTS adalah satu anak usaha PT. Hokindo Properti Investama juga terafiliasi dengan Bentjok. 

Sejauh ini aset yang disita dari 9 tersangka baru senilai Rp11 triliun. 

TERAFILIASI

Masih kata Leonard,  Kejagung juga memeriksa CM selaku Karyawan PT. Rimo International Lestari, Tbk. 

“Saksi diperiksa terkait penyitaan BTS soal aset PT. Rimo International Lestari Tbk., PT. Sinergi Megah Internusa Tbk dan PT. Duta Regency Karunia. “

Kesemua perusahaan dimaksud diduga terafiliasi dengan Bentjok. Seperti,  PT. Rimo International Lestari semula usaha ritel pakajan dimiliki keluarga Rita-Mohanlal Ramchand Harjani. 

Lalu,  diakuisisi oleh Teddy Tjokrosaputro dan 2014 berganti dari PT. Rimo Catur Lestari. Tiga tahun berikut,  terbitkan right issue (saham baru)  untuk akuisisi saham PT. Hokindo Properti Investama milik Bentjok. 

Komisaris Utama PT. Rimo international Lestari adalah Franky Tjokrosaptro. 

Tahun 2019, Manajemen Hokindo berniat menjual 49, 99 persen saham kepada PT. Maha Properti Indonesia,  Grup Mayapada milik Dato Sri Tahir,  tapi gagal seiring muncul kasus Jiwasraya yang menyeret Bentjok. 

Juga,  PT. Sinergi Megah Internusa yang bergerak di bidang perhotelan. 

Terakhir,  PT. Duta Regency Karunia bahkan pernah bekerjasama dengan Tan Kian dalam pembangunan South Hills Apartemen melalui PT. Metropolitan Kuningan Properti.
Bentjok diduga menyediakan lahan South Hills.

Sebanyak 18 Unit Kamar South Hills disifa Kejagung, Senin (8/3/2021). Dalam kasus Jiwasraya 41 Unit Kamar telah disita. 

Tan Kian, mantan tersangka Kasus Asabri Jilid I, namun dihentikan penyidikannya,  2009  lebih tiga kali diperiksa tak kunjung berubah masih sebagai saksi. 

CUSTODY

Pada bagian lain,  7 karyawan Custody dari berbagai lembaga keuangan. Custody atau Kustodian adalah institusi keuangan yang menjaga barang berharga agar tetap aman. 

“Mereka diperiksa terkait klarifikasi reksadana yang sudah disita dalam kasus Jiwasraya, ” jelas Leonard. 

Mereka,  DGS selaku Custody Operation Head PT. Bank DBS Indonesia-Custody, M (Custody Operation Head Deutsche Bank A.G-Custody) dan R (Custody Operation Head PT. Bank Mandiri-Custody).

Serta,   AH (Custody Operation Head PT. Bank Central Asia-Custody), H (Custody Operation Head Citibank N.A.-Custody),
L (Custody Operation Head PT. Bank HSBC Indonesia-Custody). 

Terakhir, JJ (Custody Operation Head Bank Standard Chartered-Custody) dan AK (Custody Operation Head PT. Bank CIMB Niaga-Custody).

Sementara tersangka yang diperiksa, adalah Ilham W. Siregar selaku Mantan Kadiv Investasi PT. Asabri di Rutan Tangerang.

Pemeriksaan diduga terkait temuan aliaran rekening dan perannya sebagai Beneficial Owner di dua perusahaan dan kemungkinn dijerat tindak pidana pencucian uang (TPPU) . 

“Semua bisa terjadi, ” tutur sebuah sumber,  di Kejagung. 

Dari 9 tersangka Skandal Asabri  baru 3 tersangka dijerat TPPU selain korupsi,  yaknj,  Bentjok,  Heru Hidayat dan Jimmy Sutopo.  (ahi)

Leave a Reply