Korban Kekerasan Anak, Kapolda Metro Siap Menjadi Orang Tua Asuh

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Kasus video kekerasan terhadap anak yang berdurasi 22 detik,terjadi di Pondok Jagung, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Anak perempuan berusia 5 tahun dianiaya diduga oleh bapaknya itu sampai terjatuh diatas kasur dan dijambak serta dipukul berulang kali, mendapat perhatian Polda Metro Jaya.

Atas kejadian tersebut, petugas Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Tangerang Selatan telah menangkap WH, pria yang melakukan penganiayaan terhadap anak di bawah umur di Serpong, Tangerang Selatan, pada Kamis (20/5/2021) malam.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menyampaikan kasus penganiayaan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh orangtuanya sendiri di Tangerang, saya sebagai seorang ayah melihatnya terenyuh.

“Aspek ketahanan keluarga perlu diperkuat, kita harus antisipasi dampak berkepanjangan terhadap si anak. Kita juga harus menyiapkan dampak secara mendalam yang dapat ditimbulkan secara psikologis terhadap tumbuh kembang anak tersebut,” ujar Kapolda saat berdiskusi bersama Psikolog Saskia dan Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Imanudin, Senin (24/5/2021).

Sekarang anak tersebut tinggal bersama Kapolres Tangsel di rumah dinas. Pada 2 hari terakhir, kondisi anak semakin membaik. Ada anggota Polwan unit PPA Polres Tangsel yang menjaga yang memiliki kofetensi.

“Terhadap tumbuh kembang anak tersebut, saya siap menjadi orang tua asu dari pada korban sampai menunggu proses hukum. Kita akan kawal sampai tuntas,” tutur Kapolda.

Kapolda konsen sekali terhadap masa depan anak ini agar betul-betul dijamin. Aspek ketahanan keluarga perlu diperkuat dan fokus terhadap tumbuh kembang anak secara baik ke depannya.

Sedangkan Psikolog Saskia menambahkan ada pendampingan dan observasi setelah ada keputusan, kira-kira anaknya diberikan kepada siapa yang lebih aman secara emosional dan fisik sebelum ditansfer. Alasan observasi dulu untuk memastikan kesehatan mental anak.

“Pembelajaran pertama anak merasa aman dan nyaman perkembangan akan menjadi baik. Interaksi yang sehat bukan untuk hari ini, kini, tapi untuk masa depannya,” jelas Saskia secara panjang lebar.

Selanjutnya, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Imanudin menguraikan bahwa anak yang di aniaya ini, menjadi aib bagi keluarga besar bapaknya. Karena bapaknya kawin 2 kali, pada istri pertama tidak memiliki anak. Sedangkan nikah siri, ia memiliki anak. Anak ini tidak diterima oleh keluarga besarnya, namun di keluarga istri kedua juga anak ini tidak diterima.

“Bapak yang melakukan kekerasan terhadap anaknya, juga merasa cemburu ketika menelepon ibunya yang berkerja sebagai imigran di Malaysia, yang mengangkat telpon ternyata seorang pria,” terang Kapolres.

Karena masalah keluarga yang komplek, anak yang tidak mengerti apa-apa menjadi korban orang tuanya.

Kemudian Panit PPA Polres Tangsel, Ipda Tita Puspita Agustina menuturkan yang paling penting, bagaimana tumbuh kembang anak menjadi lebih baik, setelah mengalami penganiayaan.

“Ia dari kecil sudah tinggal bersama papanya, ini suasana hati yang dimiliki anak tersebut. Anak 5 tahun tersebut berucap papa tidak jahat koq tante. Aku ingin kembali ke papa,” paparnya. (Amin)

Leave a Reply