Dipulangkan dari Singapura, Adelin Lis Dijemput di Bandara Soetta

HEADLINE KRIMSUS

PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA: Akhirnya,  Buronan Kakap Adelin Lis tiba di Bandara Soekarno -Hatta (Soetta) ,  Cengkareng,  setelah beberapa saat dideportasi oleh Imigrasi Singapura.

Tidak ada sepatah kata pun ke luar dari pria asal Medan,  yang sempat buron dua kali terkait kasus Pembalakan Liar (Illegal Logging). 

Dijemput langsung oleh Jaksa Agung Muda Intelijen Sunarta,  Adelin yang sudah mengenakan rompi orange dan tangan diborgol langsung dibawa ke Kejaksaan Agung. 

Belum diketahui,   eksekusi terhadap terpidana akan dilakukan di Rutan Cipinang atau Lapas Nusakambangan,  Cilacap,  Jateng. 

DURIAN RUNTUH

Buronan yang diuber oleh Tim Pemburu Koruptor,  sejak 2006 ditangkap oleh Otoritas Imigrasi Singapura, 2018 setelah terbukti memiliki Paspor Aspal atas nama Hendro Leonardi. 

Belum diketahui sampai kini,  kantor imigrasi mana yang menerbitkan paspor Hendro. Padahal,  orangnya sama dengan Adelin Lis yang diburu Pemerintah Indonesia.

Hingga,  Ketua Tim Pemburu Koruptor terakhir Andhi Nirwanto yang juga Wakil Jaksa Agung mengundurkan diri,  karena ingin pensiun dini sebab akan berusia 60 tahun, awal 2016 tidak ada aktifitas dari tim bentukan Kemenko Polhukam. 

Pada masa Andhi, buronan kakap yang dipulangkan adalah Andrean Kiky Aryawan dari Australia.

Sampai akhirnya, 2018 ditangkap tidak nampak kesibukan Otoritas Hukum Indonesia untuk minta Adelin dipulangkan ke Indonesia.

Hingga krmudian, 9 Juni 2021 Pengadilan Singapura menyatakan bersalah atas kepemilikan Paspor Aspal.  Selain denda 14 ribu dolar Singapura juga diusir (drportasi)  dari Singapura. 

Sesuai ketentuan hukum Imigrasi,orang yang dideportasi, maka dikenakan cap merah oleh Keimigrasian setempat. Yang berarti tidak boleh masuk Singapura lagi. 

TIM PEMBURU KORPTOR?

Baru Jaksa Agung ST. Burhanuddin menyurati Jaksa Agung Singapura bahwa dirinya akan menjemput terpidana. 

Dari berbagai pemberitaan, inilah usaha pertama meminta Adelin dipulangkan ke Indonesia dalam status tangkapan Otoritas Imigrasi Singapura. 

Usaha itu pun membuahkan hasil Sabtu malam ini tangkapan Otoritas Singapura dipulangkan ke Indonesia. 

Sementara di Indonesia, Adelin terjerat kasus pembalakan liar. Ia dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Adelin pun diwajibkan membayar uang pengganti Rp 119.802.393.040 dan USD 2.938.556. Jika tidak dibayar diganti hukuman 5 tahun bui. (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *