Dalami Keterlibatan Pihak Lain, Tim Penyidik Asabri Periksa Sekretaris RIMO

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Aset hasil jarahan Asabri diduga banyak dialihkan ke pihak ketiga,  bisa jadi alasan Kejaksaan Agung untuk mendalami guna diminta pertanggung jawaban hukum. 

“Pendalaman keterlibatan pihak lain,  ” Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak memberi alasan tentang diperiksanya CM selaku Sekretaria RIMO dan MH (Tim Saham BTS),  di Jakarta,  Selasa (27/7) malam.

Namun,  Leonard tidak menjelaskan lebih lanjut tentang pendalaman keterlibatan pihak lain dimaksud. 

“Pemeriksaan dilakukan guna mencari fakta hukum untuk mengumpulkan alat bukti guna membuat terang kasus pengelolaan keuangan dan investasi PT. Asabri,  ” tuturnya. 

Sebelum ini,  Kejaksaan Agung digugat  para pihak ketiga terhadap aset yang disita,  berupa Hotel Brother Inn, di Sukoharjo dan Sleman.

Namun,  gugatan para pihak ditolak mentah-mentah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,  beberapa waktu lalu.

Selain hotel terkait tersangka Benny Tjokrosaputro (BTS), juga disita 14 Unit Kamar Apartemen South Hills terkait kerjasama Bentjok sapaan akrab Benny dengan Tan Kian. 

Disamping,  hotel,  unit hunian apartemen juga 20 kapal milik tersangka Heru Hidayat. Juga,  lukisan berbingkai emas, mobil Rolls Royce dan 3 Jip Range Rover milik 7 tersangka lain. 

KORPORASI

Pendalaman keterlibatan pihak lain juga bisa ditujukan  dugaan keterlibatan manajer investasi (Korporasi). 

Patut diduga telah terjadi permufakatan jahat guna merongrong aset Asabri hingga muncul kerugian hingga Rp22, 78 triliun. 

“Kalau melihat praktik investasi juga mengacu kepada Skandal Jiwasraya. Pantas,  korporasi ditersangkakan agar kerugian negara dapat dikembalikan,  ” ujar Pegiat Anti Korupsi Boyamin Saiman secara terpisah. 

Gedung Bundar juga sudah isyaratkan bakal meminta tanggung jawab Korporasi.  “Ikuti saja proses penyidikan, ” kata Direktur Penyidikan Febrie Adriansyah,  beberapa waktu lalu.

Sebanyak 24  manajer investasi telah diperiksa sampai,  Kamis (1/7) baik berstatus Dirut,  Chief Executive Officer (CEO)  sampai Direktur. 

Terakhir,  Jumat (4/7) diperiksa Dirut PT. Mahakarya Artha Sekuritas Megawati Andrew Soewardi. 

Serta,  Alwi Halim (Dirut PT. Riccobana Wijaya Mulia). Alwi  pernah diperiksa Skandal Jiwasraya,  Selasa (21/4/2020) terkait penelusuran aset tersangka Asabri Heru Hidayat.

MEGA CAPITAL

Sementara,  Senin (28/9) Kejaksaan Agung memeriksa borongan jajaran Direksi PT. Mega Capital Sekuritas terkait pendalaman Broker PT. Asabri.

Mereka,  adalah Yimmy  Lesmana (Dirut PT. Mega Capital Sekuritas 2015- 2021 dan Nany Susilowati (Dirut PT. Mega Capital Sekuritas 2010 – 2015).

Belum diketahui alasan pemeriksaan Dua Dirut secara bersamaan,  di Gedung Bundar. 

Dua lainnya,  diperiksa Rabu (23/6) pekan lalu,  yakni Herman Sutanto (Dirut PT. Indo Capital Sekuritas)  dan Jemmy Sugiarto (CEO. PT. Ricobana Abadi). (ahi)

Leave a Reply