Berbuat Tercela Terkait RJ, Jaksa Agung Tak Segan-Segan Pecat Jaksa Nakal !

PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Jaksa Agung ST. Burhanuddin tegaskan dirinya tidak segan-segan memecat jaksa, yang melakukan perbuatan tercela dalam pelaksanaan Restoratif Justices (RJ).

“Bila ada yang terbukti berbuat tercela dalam pelaksanaan RJ, tidak  segan-segan akan menghukum berat bahkan memberhentikan tidak dengan hormat (alias dipecat, Red). “

Oleh karena itu kepada Jajarannya, usai menyaksikan  ekspos penghentian penuntutan berdasar Keadilan Restoratif, di Kejati Aceh dan Kejari Banda Aceh ingatkan kembali Jangan Mencederai Masyarakat,  Rabu (10/11).

Ekspos penghentian penuntutan juga dihadiri Jampidum Fadil Zumhana, Kajati Aceh M. Yusuf, Wakajati Hermanto dan para pejabat terkait.

Ekspos ini adalah bagian kunjungan kerja (Kunker) Jaksa Agung, setelah pekan lalu Kunker ke Kejati Kalteng, Kejari Bali dan Kejati Kalsel.

Nyaris, Burhanuddin tidak kembali dulu ke kantor, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan selesai kunjungan kerja, tapi langsung berangkat ke daerah lain.

Metoda Kunker ini adalah pertama kali diterapkan dalam sejarah Kejaksaan.

TAJAM KE ATAS

Burhanuddin mengutarakan masyarakat amat mendambakan penegakan hukum yang berkeadilan dan berkemanfaatan.

Dengan pemberian Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif yang baru saja dilaksanakan menunjukkan “hukum tidak lagi tajam ke bawah, tapi hukum harus tumpul ke bawah dan tajam ke atas”.

Terkait dengan itu, Jaksa Agung mengingatkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan para Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) untuk melakukan pengawasan secara ketat. 

“Bila ada terbukti anggotanya melakukan perbuatan tercela, maka Jaksa Agung tidak segan-segan menindak 2 (dua) tingkat di atasnya, ” ancamnya.

Namun begitu, terhadap oknum Jaksa di Kejaksaan NegerI (Kejari) Mojokerto, yang diamankan Satgas 53 hingga kini belum diketahui hasilnya dan bila terbukti melanggar disiplin, maka dua pejabat di atas oknum jaksa harus dicopot.

SKP2

Sebelumnya, lima perkara di wilayah hukum Kejati (Kejaksaan Tinggi) Aceh telah diterbitkan SKP2 (Surat Keterapan Penghentian Penuntuan) berdasarkan Keadilan Restoratif.

Perkara tersebut atas nama Tersangka Muzakkar Alias Black Bin M. Husen (Kejaksaan Negeri Banda Aceh), Tersangka Muhammad Qusyasyi Alias Amat Bin (Alm) Abdullah Gani (Kejaksaan Negeri Aceh Utara).

Lalu, Tersangka Eka Nurjanah Binti Alizar (Kejaksaan Negeri Aceh Singkil), Tersangka Redi Arianto Alias Redi Bin (Alm) Rusman (Kejaksaan Negeri Aceh Singkil) dan Tersangka Ilham Bin Rahmatsyah (Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara).

Usai ditandatangani SKP2 oleh masing-masing Kajari, diikuti acara saling bersalaman antara tersangka dan korban disaksikan juga penyidik dam tokoh masyarakat. (ahi)

Leave a Reply