Bobol Bank Jatim Jakarta Rp107 M, Dua Bos Bank Jatim dan Pengusaha Ditahan

PORTALKRIMINAL.ID- JAKARTA: Entah keberanian, kecerobohan atau uang? Pimpinan Bank Jatim Cabang Jakarta nekat memberikan Bank Garansi kepada PT. Duta Cipta Pakarperkasa, yang tidak memiliki jaminan memadai.

Di sisi lain, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI saat itu, 2018 tengah menyidik kasus kredit fiktif kepada 208 nasabah sebesar Rp41 miliar, 2 Pimpinan Bank Jatim Cabang Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan dan 3 orang (swasta) dijadikan tersangka dan ditahan.

Belakangan, diketahui Pimpinan Bank Jatim Cabang Jakarta diduga menerima kick back (suap) sekitar Rp2, 618 miliar lebih terkait penerbitan bank garansi, yang berakibat negara dirugikan Rp107 miliar.

Tak pelak,  Kejati DKI dibawah komando Febrie Adriansyah (Kajati DKI) langsung menetapkan tersangka Pimpinan Bank Jatim Cabang Jakarta dan Debitur serta menjebloskan ke penjara pada Rutan Kejari Jakarta Selatan.

“Ketiga tersangka ditetapkan usai jalani pemeriksaan di Kantor Kejati DKI Jakarta, ” kata Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak, Rabu (10/11) malam.

Penetapan 3 tersangka ini kado manis pada Hari Pahlawan, yang jatuh pada Rabu (10/11). Spirit berbuat terbaik buat tanah air.

Para tersangka terdiri, HPS selaku Pimpinan Bank Jatim Cabang Jakarta Periode 2018- 2019, LK (Pgs Pimpinan Bank Jatim Cabang Jakarta/Pimpinan Cabang Pembantu Kelapa Gading Bank Jatim 2018 dan 2019.

Terakhir, K selaku Perwakilan PT. Duta Cipta Pakarperkasa.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor No. 31/1999 seperti diubah dengan UU No. 20/2001. Ancaman hukuman, adalah seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara !

KONGKALIKONG

Kasus ini syarat kongkalikong. Betapa tidak, selain tidak memiliki jaminan memadai, ternyata juga tidak didukung oleh Asuransi.

“Perjanjian antara Bank Jatim dengan Asuransi telah berakhir 23 Maret 2019, sebelum Bank Garansi kedua ke luar,” beber Leonard.

Disamping itu, PT. Duta memiliki resiko kolektabilitas 5 (macet dan tidak dapat ditagih) dalam hal pembayaran.

Leonard paparkan meski persyaratan tidak memenuhi, permohonan Bank Garansi oleh K tetap diproses atas perintah dari LK dan HPS .

“Praktik ini menyalahi ketentuan Keputusan Direksi Bank Jatim Nomor SK : 057/ 296/ DIR/ PGP/ PMK/KEP tanggal 25 September 2018 Bab IX tentang Penerbitan Bank Garansi. “

Sikap Welcome LK dan HPS diduga karena menerima uang (kick back) dari penerbitan Bank Garansi Jaminan Uang Muka Bank Jatim Rp2, 618 miliar.

Tak pelak, akibat dugaan permufakatan jahat tersebut negara dirugikan hingga mencapai Rp107 milliar. (ahi)

Leave a Reply