Viral Gasak Gaji Rp 400 Juta di PIK, Komplotan Kempes Ban Diringkus Jatanras Polda Metro

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Subdit Jatanras Polda Metro Jaya meringkus 6 anggota komplotan kempes ban yang aksinya viral di media sosial daerah PIK Penjaringan Jakarta Utara, depan parkiran KFC pada 10 November 2021 lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Yusri Yunus mengatakan 4 tersangka ditangkap oleh Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan 2 tersangka lagi ditangkap oleh Polda Lampung.

“Korban AM mengambil uang tunai sebanyak Rp 400 juta milik PT Bangun Laksana Persada untuk gaji pegawai, diambil pelaku saat memperbaiki ban kempes,” ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (15/11/2021).

Lanjut Yusri, para tersangka memiliki peran masing-masing inisial FA residivis kasus yang sama di Lapas Cirebon 2018 vonis 1 tahun penjara orang Sumsel, peran sebagai joki dan eksekutor ambil uang korban dari mobil.

NJS juga residivis Lapas Cibinong 2017 kasus sama vonis 1 tahun pencurian nasabah bank, peran sebagai eksekutor dan yang menaruh sandal ada paku dari jari-jari payung.

“Sedangkan A dan AR berperan pengawas dalam bank yang menyampaikan ke rekannya yang berada di luar bank. Kemudian tersangka RS berperan pengawas dan N peran sebagai joki juga pengawas,” kata Yusri.

Selanjutnya Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menyampaikan tersangka ada yang berada dalam bank untuk mengawasi nasabah yang mangambil uang dalam jumlah banyak.

“Kemudian tersangka yang ada dalam bank akan memberitau kepada rekannya yang berada di luar bank, ciri-ciri korban yang mengambil uang dalam jumlah yang banyak,” terangnya.

Para tersangka akan mengikuti mobil nasabah calon korban, ketika berada di traffic light tersangka akan meletakan sendal yang ada paku yang terbuat dari jari-jari payung di bawah ban. Setelah mobil berjalan tidak terlalu jauh, ban mobil akan kempes.

“Ketika korban menganti ban yang kempes, para tersangka beraksi mengambil uang dan kabur,” jelasnya.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya mengimbau agar para nasabah yang mengambil uang dalam jumlah yang banyak, meminta pengawalan kepada pihak polisi.

“Jangan khawatir kami kawal nasabah dengan rasa aman, dan tidak perlu membayar/gratis,” tuturnya.

Para tersangka dijerat pasal 365 dan pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara 9 tahun. (Amin)

Leave a Reply