Kapoldasu Mengaku Sedih dengan Pengungkapan Narkoba 203 kg

PORTALKRIMINAL.ID -MEDAN:Kapolda Sumut Irjen Pol.Panca Putra Simanjuntak mengaku sedih dengan dengan keberhasilan anggotanya mengungkap sindikat narkoba dengan barang bukti 203 kg sabu, 7.150 butir ekstasi da 71 kg daun ganja kering.

“Pengungkapan ini bukan kehebatan tapi miris dan sedih. Ini menandakan Sumatera Utara masih tinggi peredaran narkoba. Kita berharap Narkoba tidak ada lagi di Sumut,” kata Irjen Panca saat konfrensi perss pengungkapan dan pemusnahan narkoba di Mapoldasu, Selasa (16/11) siang.

Press relise dihadiri Gubsu Edy Rahmayadi selaku Ketua P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) Sumatera Utara bersama Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, Kepala BNN Propsu Brigjen Toga H Panjaitan, Wakajatisu dan unsur Forkopimda Sumut.

Panca menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menolak dan tidak memberi kesempatan atau ruang peredaran narkoba yang merusak generasi muda kita.

Dia mengatakan, pengungkapan narkotika ini bukan hanya melibatkan masyarakat tetapi juga anggota Polri.

“Saya dengan tegas menyampaikan jangan ada yang mencoba-coba apalagi terlibat dengan narkoba. Komitmen saya, akan saya babat habis. Disini ada pak Gubernur selaku ketua P4GN, Panglima dan stakeholder lainnya, kami berkomitmen bahwa narkoba harus dimusnahkan, narkoba adalah musuh kita bersama dan musuh bangsa,” tegasnya.

“Teman-teman dari kepolisian, BNN, kita sepakat yang kita binasakan dan yang kita kejar adalah para bandarnya,” tegasnya lagi.

Panca menegaskan, pemerintah sudah membuat surat edaran melalui Mahkamah Agung No 4 tahun 2010, dari akibat penyalahgunaan narkotiba ini banyak masyarakat yang menjadi korban, mereka adalah pengguna-pengguna yang terbawa arus sehingga ikut menikmati barang haram tersebut.

“Relis ini bukan hal yang membanggakan sebetulnya tetapi ini bagian dari pertanggung jawaban. Dalam kesempatan ini, saya menghimbau kepada masyarakat untuk sama-sama melawan peredaran narkoba di Sumut, mari kita jadikan Sumut ini lebih baik. Kalau kita bergandengan tangan, semua peredaran narktoka di Sumut akan bisa teratasi,” terangnya.

Jenderal bintang dua itu mengatakan, surat edaran pemerintah melalui Mahkamah Agung no 4 tahun 2010 yang mengisyaratkan bahwa pengguna sabu diawah 1 gram dan eksetasi dibawah 8 butir dan ganja dibawah 4 gram harus diassesment.

“Ini bukan berarti modus dengan sistim diecer-ecer, perlu diingat dengan modus apapun yang dilakukan percayalah kejahatan itu akan meninggalkan jejak,” katanya menambahkan,mari kita jaga Sumut ini agar lebih bagus lagi dan terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

Terhadap para pengedar, tegas pimpinan tertinggi Polda Sumut ini, pihaknya tidak hanya menerapkan pidana tetapi melakukan tindakan dengan pasal Tindak Pidana Pencucian uang).

“Tidak hanya pidana tapi kita harus miskinkan mereka dengan UU TPPU/Money Laundring,” imbuhnya.

250 kg Narkotika

Sebelum dilakukan pemusnahan, Kapoldasu menjelaskan, pengungkapan narkotika mulai periode Juli hingga Oktober 2021.

Sejak tanggal 24 September 2021 s/d 26 Oktober 2021 Ditresnarkoba Polda Sumut mengamankan 5 sindikat pengedar narkoba dari 3 kasus dengan barang bukti jenis sabu seberat 122,650 kg.

“Mereka ini merupakan jaringan Malaysia – Indonesia Khusus Propinsi Sumut (Tanjung Balai – Deli Serdang – Medan),” paparnya.

Sementara periode Juli 2021 s/d Oktober 2021, dengan tersangka 40 orang dari 22 kasus. Barang bukti yang disita narkotika jenis sabu seberat 203.843,37 gram.

Pil Ecstasy sebanyak 7.150 butir dan ganja sebanyak 71.075 gram.

“Modus yang dipergunakan oleh sindikat Narkoba bermacam-macam,” ungkapnya.

Dengan pengungkapan kasus ini, tambah mantan Direktur penindakan KPK (Komisi Peberantasan Korupsi) itu, masyarakat yang diselamatkan sebanyak 1.106.822 orang dengan asumsi, sabu seberat 203.843,37 gram, dapat menyelamatkan anak bangsa sebanyak 815.372 Orang dengan asumsi 1 gram untuk 4 orang pengguna

“Narkotika Jenis Pil Ecstasy sebanyak 7.150 butir, dapat menyelamatkan anak bangsa sebanyak 7.150 orang dengan asumsi 1 butir untuk 1 orang pengguna sedangkan ganja sebanyak 71.075 gram, dapat menyelamatkan anak bangsa sebanyak 284.300 orang dengan asumsi 1 gram untuk 4 orang pengguna,” terangnya.

Terhadap para pengedar narkotika, sebut Panca diancam dengan pidana Pasal 114 Ayat (2) Subs. Pasal 112 Ayat (2) dan atau Pasal 111 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman, Pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 dan paling banyak Rp 10.000.000.000,” pungkasnya.

Narkoba jenis sabu-sabu selanjutnya dimusnahkan dengan mesin penggiling sedangkan ganja dibakar.(Jos).

Leave a Reply