Radikalisme dan Ekstremisme Meningkat, Syarief Alkadrie: Bangsa Indonesia Harus Introspeksi

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Pengertian radikal bisa positif, bisa negatif, artinya semua ada pemikiran-pemikiran yang di luar daripada konteks yang kita pahami, untuk mengubah sesuatu secara di luar daripada yang menjadi panutan atau ketentuan.

Ya kalau dulu radikal ya kita juga radikal, sebagaimana kita merebut kemerdekaan Indonesia kalau kita tidak berpikir radikal pada saat itu, itu harus dilihat dari sini.

Demikian disampaikan Anggota MPR RI F-NasDem Syarief Abdullah Alkadrie saat menjadi narasumber Diskusi Empat Pilar MPR RI dengan Tema: “Pancasila Sebagai Tameng Ideologi Radikalisme dan Ekstremisme” di Ruang Diskusi Media Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (22/11/2021).

Berkaitan dengan adanya beberapa oknum radikal yang ada di MUI, Syarief menghimbau agar hal ini tidak dilihat dari lembaganya.

“MUI itu dibentuk itu dengan keinginan dan tujuan yang sangat luhur, tetapi ada orang-orang yang terpapar di dalamnya. Jangankan di MUI, mungkin di TNI dan Polri juga ada juga pemikiran-pemikiran radikal seperti yang terjadi pada saat beberapa waktu lalu dengan ditangkapnya beberapa orang itu,” sebut Syarief.

Menurut Syarief, masalah cinta tanah air ini sangat berkaitan dengan ideologi Pancasila yang telah berusia sama dengan usia kemerdekaan Indonesia.

“Sekarang ini kita sudah merdeka 72 tahun lebih ini, tentunya ini, sudah lama, bagaimana proses, sampai kita memilih bagaimana ideologi Pancasila, anak-anak sekarang itu sudah kurang pemahaman terhadap itu, Itu mungkin salah satu juga kelemahannya,” ujar Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini.

Syarief menilai, Bangsa Indonesia harus berani melakukan introspeksi terutama di era Reformasi seperti pada saat ini.

“Pada saat sebelum Reformasi itu kan, cukup gencar pemahaman bagaimana untuk memberi pemahaman kepada generasi muda, sampai ada untuk masuk sekolah saja, kita harus mengikuti Penataran Pancasila baik di SMP, SMA, maupun pada saat kita mau jadi mahasiswa,” ungkap Syarief.

Syarief mengingatkan, materi-materi berkaitan dengan pemahaman ideologi Pancasila harus semasif mungkin diberikan kepada, terutama kepada generasi-generasi muda bangsa.

“Karena walaupun bagaimana ini merupakan bagian harus dicermati karena kurun waktu kita ini cukup jauh, apalagi dengan era globalisasi kita sekarang, kurun waktu pada saat kita merdeka itu dengan sekarang ini cukup jauh,” jelas Syarief.

Lebih lanjut, Syarief mengungkapkan, di dalam lima sila Pancasila terkandung ajaran-ajaran agama dan tak ada yang bertentangan.

“Jadi sampai akhir kiamat kita harus tetap pertahankan ideologi Pancasila ini,” pungkas Syarief Abdullah Alkadrie. (Daniel)

Leave a Reply