Polres Jakarta Pusat Bongkar Modus Ketua LSM Anti Korupsi Peras Penyidik Polsek Menteng

PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA : Pengusutan terhadap perkara pemerasan yang dilakukan Ketua Tameng Perjuangan Rakyat Antikorupsi (Tamperak) KPN terus berlangsung.

KPN dan salah satu pelaku lain, RM ditampilkan Polisi di rilis Polres Metro Jakarta Pusat.

Keduanya seraya mengenakan baju tahanan berwarna meraj hanya berjalan santai seolah merasa tak melakukan tindak pidana apapun.

Saat ditampilkan ke depan awak media, KPN dan RM bahkan mencopot masker mereka. Tatapan keduanya terkesan cuek dan terus memandang ke arah awak media.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Hariyadi mengatakan, total uang yang diminta KPN awalnya berjumlah Rp 2,5 miliar. 

“Dengan dalih untuk membuat satu juta baju LSM, yang satu baju harganya Rp 250 ribu, harus bayar pada saat itu juga kalau enggak diviralkan,” kata Hengki dalam konferensi pers, Jumat (26/11).

HW, anggota Polsek Menteng yang diperas menyatakan tak sanggup membayar Rp 2,5 miliar. 

Akhirnya terjadi tawar menawar sehingga angkanya turun menjadi Rp 250 juta, lalu turun lagi ke Rp 50 juta.

HW yang panik dan takut pun langsung mentransfer uang Rp 50 juta ke rekening LSM tersebut. 

Meski anggotanya membayar uang ke KPN,  Hengki menegaskan anggotanya tidak melanggar SOP sebagaimana yang dituduhkan.

KPN menuding HW telah melanggar SOP saat menangkap lima orang terkait kasus begal karyawati Basarnas.

 Ia mempertanyakan mengapa empat dari lima orang yang ditangkap itu dikirim ke panti rehabilitasi narkoba.

“Korban menerangkan mengapa mau mengirimkan sejumlah uang, karena takut diviralkan video dan dikirimkan surat dugaan pelanggaran proses penyidikan kepada Presiden, pejabat negara dan petinggi Polri,” kata Hengki yang memakai seragam dinasnya ini.

Berdasarkan penyelidikan kepolisian, uang Rp 50 juta itu justru digunakan untuk kepentingan pribadi Kepas.

“Antara lain membayar utang, membeli mesin cuci, dan barang elektronik lainnya,” kata Hengki.

Selain KPN, polisi juga turut mengamankan satu anggota LSM Tamperak bernama RM yang berperan mendokumentasikan video saat pemerasan itu terjadi.

Keduanya dijerat pasal pasal 368 dan 369 KUHP dan atau pasal 27 ayat 4 UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara (Nugroho)

Leave a Reply