Arsul Sani Sayangkan Terjadinya Distorsi Terhadap Penerapan Restorative Justice

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani menyayangkan penerapan restorative justice yang didistorsi beberapa oknum kepolisian di beberapa daerah.

“Jadi seperti ini, semangat untuk menetapkan restorative justice itu walau bagaimanapun harus kita apresiasi, tetapi karena memang dalam penegakan hukum ini ada oknum-oknum jajaran penegak hukum yang berperilaku tidak seperti kita harapkan, maka pengawasan itu tetap harus ditingkatkan,” kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (29/11/2021).

Dalam konteks pengawasan ini, saran Arsul, ada 2 hal yang perlu dilakukan oleh institusi Polri.

“Artinya lembaga penegak hukum juga harus membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat sipil termasuk media untuk menyampaikan laporan kalau ada penyimpangan dalam penerapan prinsip-prinsip keadilan restorative justice dalam kasus-kasus konkret,” sebut Wakil Ketua MPR RI ini.

Yang kedua, menurut Arsul, Polri harus terus menerus melakukan evaluasi.

“Ya memang harus evaluasi secara terus menerus dan itu harus dibuka secara transparan. Kami di Komisi III akan selalu menanyakan sudah berapa banyak kasus yang diterapkan dangan restorative justice,” ungkap Arsul.

Wakil Ketua Umum DPP PPP ini mengingatkan, kasus narkoba merupakan kasus yang paling rawan terhadap penyalahgunaan restorative justice.

“Tapi memang prinsip harus diawasi saya setuju karena bayangkan kalau penerapan restorative justice ini tidak kita awasi terkait dengan penyalahgunaan narkoba, nah yang paling rawan gitu lho. Memang kasus-kasus restorative justice itu untuk kasus-kasus ringan tapi karena penyalahgunaan narkoba itu perintah UU harus direhabilitasi, pendekatannya bisa pendekatan “restorative justice” juga gitu lho,” pungkas Arsul Sani. (Daniel)

Leave a Reply