Kejati Sumut Terbitkan Sprindik Kasus Alih Fungsi Lahan Suaka Margasatwa

PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Hanya dalam waktu dua minggu, Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu) sudah dapat meningkatkan status penyelidikan kasus
Mafia Tanah ke penyidikan.

Hanya saja, peningkatan status tersebut belum diikuti dengan penetapan para tersangka.

Kasus tersebut terkait Pengalihan Fungsi Lahan Kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading/ Langkat Timur Luat, Tanjung Pura, Langkat.

“Surat Perintah Penyidikan (Sprindik)
nernomor: Print-16/L.2/Fd.1/11/2021 tanggal 30 November 2021, ” kata Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak, di Jakarta, Minggu (5/12).

Sementara, Surat Perintah Penyelidikan (Sprinlid) Kejatisu, yang diterbitkan 15 November, bernomor: Print-26/L.2/Fd.1 /11/2021.

Leonard menjelaskan alasan diterbitkan Sprindik, karena tim penyelidik telah menemukan adanya peristiwa pidana dengan bukti permulaan yang cukup.

“Ditemukan fakta sebagian Kawasan Suaka Margasatwa telah dialih fungsikan yang seharusnya menjadi Hutan Bakau (mangrove), telah diubah menjadi perkebunan sawit dengan luas 210 Ha. “

Bahkan, tambah Leonard di atas lahan 210 Ha yang ditanami 28 ribu pohon sawit, juga  telah diterbitkan 60 Sertifikat Hak Milik atas nama perorangan.

Melalui proses permintaan keterangan dan dokumen terkait, ternyata lahan tersebut hanya dikuasai/dimiliki oleh 1 (satu) orang yang diduga sebagai mafia tanah. 

“Modusnya, menggunakan nama sebuah Koperasi Petani yang seolah-olah sebagai pemilik lahan dan mengelola perkebunan sawit tersebut, ” pungkasnya.

MASIH BUNGKAM

Sementara itu, terkait pembebasan lahan bermasalah, di  Cilayung, Jakarta Timur oleh Dinas Pertamanan dan Lahan Kota Pemprov DKI diduga tidak lama lagi ditingkatkan statusnya ke penyidkan.

Kepala Dinas Pertamanan dan Lahan Kota Suzy Marsitawati Anwar yang dihubungi enggan memberikan tanggapan alias bungkam. 

Pesan singkat melalui WA hanya tercontreng biru (tanda sudah dibaca) tanpa ada tanggapan terkait kasus  pembebasan Lahan Cipayung.

Terkait instruksi Jaksa Agung untuk sikat Mafia Tanah, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara masih terus menyelidiki temuan kasusnya di kedua daerah, dengan permintaan keterangan ke beberapa pihak terkait. (ahi)

Leave a Reply