Jelang Nataru Potensi Teror Tinggi, Hinca Panjaitan: Teruslah Siaga Jaga Kedamaian Indonesia

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Kita tidak boleh lupa, sepanjang tahun 2021 terdapat sejumlah aksi teror yang membuat Indonesia sempat berguncang. Aksi pengeboman di Makassar dan Mabes Polri tentu masih melekat dalam ingatan kita.

Untuk itu, penting bagi BNPT dan Densus 88/Anti-Teror agar melakukan tindakan-tindakan yang dianggap perlu dalam mencegah terjadinya aksi teror terutama di masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti.

Demikian disampaikan Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan kepada Jakartanews.id, Kamis (22/12/2021).

Hinca mengaku, dirinya telah mendengar belum lama ini ada penangkapan 3 terduga teroris di 3 wilayah yang berbeda di Jawa Tengah (Jateng).

“Belum ada keterangan menyoal apakah mereka terkait satu sama lain dan apakah mereka masuk dalam jaringan tertentu atau hanya lonewolf terrorist,” jelas Hinca.

Namun, lanjut politisi Partai Demokrat ini, yang menjadi perhatian ialah, tidak ada wilayah yang bisa dikategorikan aman dari jangkauan para teroris.

“Mereka bisa saja berdomisili dan menjalani kehidupan di kota besar, namun bisa pula mengurung diri di wilayah desa-desa terpencil,” ungkap Hinca.

Hinca sendiri sejak beberapa tahun lalu sudah sering menyinggung soal pemetaan wilayah rawan radikal terorisme kepada BNPT dalam beberapa rapat di Komisi III DPR RI.

“Memang hingga saat ini, BNPT masih menyusun peta tersebut, saya mendesak agar ini segera dituntaskan untuk menjadi alarm bagi pejabat publik di daerah-daerah yang dianggap rawan agar mampu melakukan upaya deradikalisasi dan pencegahan lainnya,” papar mantan Plt Ketua Umum PSSI ini.

Hinca sendiri mengaku dirinya getol melakukan pemetaan terorisme sebab eks terpidana kasus terorisme Bom Bali (Ali Imron -red) pernah berkata dalam sebuah wawancara, peta terorisme di Indonesia itu paling mengerikan.

“Apalagi pada tahun 2016, BNPT pernah mengeluarkan penelitian setidak-tidaknya ada 1 persen penduduk Indonesia (2,7 Juta orang) yang terlibat dalam serangkaian serangan teror. Bahaya sekali kalau pemerintah tidak peka terhadap hal-hal penting seperti ini,” tegas Hinca.

Hinca mengatakan, di saat sejumlah negara lain (terutama Eropa Barat dan Amerika Serikat) gencar melakukan terobosan dalam melakukan pemberantasan terorisme, maka Indonesia jangan sampai tertinggal terlalu jauh.

Sebagai catatan saja, tambah Hinca, pada tahun ini Uni Eropa membuat aturan baru menyoal konten daring yang dianggap bermuatan teroris dapat dihapus hanya dalam waktu satu jam saja.

“Hal ini guna mencegah para teroris untuk menyalahgunakan internet dalam perekrutan online, menghasut serangan dan mengagungkan kejahatan. Dalam beberapa waktu ke depan, negara-negara Uni Eropa harus mulai memasukan peraturan tersebut ke dalam Undang-Undang Nasional mereka,” papar Hinca.

Legislator asal Dapil Sumut 3 ini pun berharap, Nataru tahun ini dapat berjalan dengan aman, kondusif, dan khidmat tanpa adanya gangguan teror apapun.

“Akhirnya saya harap Nataru tahun ini dapat berjalan dengan aman, kondusif, dan khidmat tanpa adanya gangguan teror dalam bentuk apapun. Tentunya diperlukan peran serta dan kerjasama dari semua pihak untuk dapat mewujudkan hal ini,” pungkas Hinca Panjaitan. (Daniel)

Leave a Reply