Polda Banten Tangkap Pelaku Pengrusakan Ruang Kerja Gubernur

PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA: Polda Banten menangkap enam oknum buruh pelaku pengrusakan ruang kerja Gubrnur Banten, Wahidin Halim. Aksi.mereka dilakukan saat demo menuntut revisi upah minimum provinsi, pekan lalu.

Penangkapan oleh Dirreskrimum Polda Banten yang dilakukan kurang dari 24 jam itu, setelah menerima pengaduan Gubernur Banten melalui kuasa hukumnya Asep Abdullah Busro dari ABP Law Firm, Jumat
(24/12/2021). Pelaporan dilakukan terhadap aksi oknum buruh yang menerobos ke ruang kerja Gubernur Banten.

Dijelaskan Kabid Humas Polda Banten,  AKBP Shinto Silitonga, Polda Banten serius dalam menangani kasus ini. “Polda Banten bertindak cepat menangkap para pelaku,” kata Shinto saat  Press Conference didampingi oleh Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Ade Rahmat Idnal, dan kuasa hukum Gubernur Banten, Asep Abdulah Busro, Senin (27/12/2021) siang.

Lebih lanjut kabid humas, pasca penerimaan Laporan Polisi, Ditreskrimum Polda Banten bertindak cepat mengidentifikasi pelaku berdasarkan dokumentasi yang disampaikan pelapor, data pelaku diidentifikasi menggunakan alat face recognizer Unit Inafis Ditreskrimum Polda Banten.

Atas dasar itulah, kata Shinto, Ditreskrimum Polda Banten berhasil mengamankan para pelaku kurang dari 24 jam. Penyidik  menangkap para pelaku sejak Sabtu (25/12) dan Minggu (26/12).

Mereka adalah AP (46), laki-laki, warga Tigaraksa, Tangerang, SH (33), laki-laki, warga Citangkil, Cilegon, SR (22), perempuan, warga Cikupa, Tangerang, SWP (20), perempuan, warga Kresek, Tangerang, OS (28), laki-laki, warga Cisoka, Tangerang, dan MHF (25), laki-laki, warga Cikedal, Pandeglang.

Sementara itu Dirreskrimum Polda Banten, Kombes Pol Ade Rahmat Idnal mengatakan dari hasil pemeriksaan atau proses penyelidikan terhadap 6 tersangka tersebut, selanjutnya ke enam terperiksa tersebut dinaikan statusnya menjadi tersangka, 

“Dari hasil penyidikan empat tersangka yaitu AP (46), SH (33), SR (22), SWP (20) dikenakan pasal 207 KUHP tentang secara sengaja dimuka umum menghina sesuatu kekuasaan negara dengan duduk di meja kerja Gubernur, mengangkat kaki di atas meja kerja Gubernur dan tindakan tidak etis lainnya, dengan ancaman pidana 18 bulan penjara, dan terhadap 4 tersangka itu tidak dilakukan penahanan,” ujar Ade.

Tetapi dua tersangka OS (28) dan MHF (25),  dikenakan Pasal 170 KUHP tentang pengrusakan terhadap barang secara bersama-sama. Mereka diancam pidana  5 tahun 6 bulan penjara.(Warto)

Leave a Reply