Dr. Febrie Adriansyah, SH, MH Resmi Jabat Jampidsus

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Sah, Dr, Febrie Adriansyah, SH, MH menduduki jabatan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) usai dilantik Jaksa Agung ST. Burhanuddin, Senin (10/1).

“Atas nama pribadi maupun Pimpinan Kejaksaan, saya mengucapkan selamat bertugas, ” kata Burhanuddin.

Febrie, biasa disapa duduk di jabatan yang disebut Jaksa Agung sebagai Etalase Kejaksaan melalui proses yang panjang.

Namun begitu, pria berdarah Lahat, Sumsel juga bukan orang baru, di Gedung Bundar, sebab dia mengawali karirnya disana. 

Mulai, dari Staf Tata Usaha, hingga dipercaya sebagai Kasubdit Korupsi dan TPPU, Direktorat Penyidikan sampai Direktur Penyidikan. Terakhir dan masih dijabat Kajati DKI.

“Saya tidak pernah berambisi mau menjadi apa. Bagi saya, bekerja maksimal dan terbaik buat institusi, ” tutur Febrie suatu ketika.

Bersama Ali Mukartono, Pejabat yang digantikan sukses bongkar skandal mega korupsi Jiwasraya dimana dua tersangka divonis seumur hidup hingga kasus Asabri (proses penyidikan).

PR yang menunggu dihadapan, adalah kelanjutan Skandal BPJS, kasus Bank Mandiri Surakarta, kasus Bank Syariah Mandiri Jakarta.

Serta,  kasus Bank BTN Gresik dan Semarang serta BTN Kuningan terkait kucuran kredit “bermaslah” ke PT. BIM dan kasus Victoria.

Ali Mukartono baru menuntaskan kasus DPU Tebo, Jambi dan kasus BSM Sidoarjo dan Simalungun.

ALI MUKARTONO

Jaksa Agung tidak menyinggung langsung pergantian Jampidsus dan dimutasi sebagai Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas).

Padahal, segudang prestasi ditoreh pria berpenampilan sederhana ini, mulai tuntut mati Heru Hidayat (Terdakwa Asabri) dan membuktikan terdakwa Impor Teskti Irianto dengan instrumen merugikan keuangan negara.

Lazimnya, dalam pergantian pejabat eselon dua, Burhanuddin memakai kata

mutasi dan promosi adalah  hal yang wajar.

“Langkah itu,  dalam roda perputaran organisasi sebagai suatu kebutuhan institusi untuk lebih meningkatkan optimalisasi kinerja. “

Jumat (7/1) malam, kepada Jakartanews. Id, Ali mengatakan pergantian dirinya tidak ada yang luar biasa, sebab dirinya sudah 2 tahun menjabat sejak dilantik, 28 Februari 2020.

“Juga, saya sempat ditunjuk sebagai Plt (Pelaksana Tugas) selama 2 bulan, ” akunya jujur.

Jaksa Agung menambahkan pengajuan dan pengangkatan seseorang untuk menduduki jabatan teras ini  bagian dari upaya menjaga keberlangsungan dan eksistensi organisasi atas dasar pertimbangan yang matang, terukur, dan objektif.

Serta, dengan memperhatikan berbagai aspek, prestasi, dedikasi, loyalitas dan integritas. 

“Saya yakin dipundak saudara, akan banyak catatan tinta emas dan torehan prestasi yang membanggakan. ” 

Bersama Febrie, turut dilantik Dr. Sunarta, SH, MH sebagai Wakil Jaksa Agung menggantikan Setia Untung Arimuladi yang masuk Purna Bhakti.

Jabatan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) yang ditinggalkan diisi Dr. Amir Yanto, SH, MH.

Selain, Amir, pria yang dikenal bertutur kata lembut dan tidak meledak-ledak juga dilantik Ali Mukartono sebagai Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) yang sebelumnya ditempati Amir Yanto. (ahi).

Leave a Reply