Ada Apa? Jaksa Agung Rilis Langsung Penyidikan Kasus Mafia Tanah Cipayung

PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Akhirnya,  kasus Mafia Tanah di  Cipayung, Jakarta Timur ditingkat ke penyidikan, setelah selama  dua bulan dua hari diselidiki oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI.

Istimewanya perkara ini dibanding kasus yang sama yang disidik oleh Kejati Sultra dan Kejati Sumut,  adalah diumumkan langsung oleh Jaksa Agung. 

“Hari ini, telah ditingkatkan status kasus Mafia Tanah di Cipayung ke penyidikan,  ” kata ST.  Burhanuddin dalam keterangan pers,  di Lobi Gedung Kartika Adhyaksa,  Kejaksaan Agung,  Rabu (19/1).

Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak mengatakan rilis kasus Mafia Tanah di DKI terkait Instruksi Jaksa Agung tentang Berantas Mafia Tanah. 

“Rilis Jaksa Agung juga tentang kasus-kasus lain dan dihadiri oleh Jampidsus dan Jamintel,  ” tutur Leonard. 

Jaksa Agung mengingatkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik)  yang diterbitkan Kejati DKI masih bersifat umum. 

“Jadi belum ada tersangkanya. Masih Dik (Penyidikan)  Umum.  “

Perkara diselidiki sejak 17 November sesuai Surat Perintah Penyelidikan (Spriblid)  No:Print-2709/M.1/Fd.1/11/ 2021.

Seperti disampaikan Kasipenkum Kejati DKI sebanyak 15 orang telah dilakukan permintaan keterangan tanpa menyebut asal instansi. 

Namun,  dari sumber Jakartanews.  Id,  Kadis Pertanahan dan Hutan Kota DKI Suzy Marsitwati Anwar termasuk salah satu yang dimintai keterangan.

Kendati demikian, Suzy tidak pernah menjawab pertanyaan melalui WhatSaap tentang kasus Cipayung.

Sekitar,  awal Desember 2021 Kejati DKI juga menerima laporan soal penggadaan lahan pertamanan di Kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat. 

Meski,  sertifikat lahan sudah dikuasai Nofaris yang ditunjuk Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI,  tapi tak kunjung dilakukan pembayaran walau sudah tahap 14.

KEJATI DKI

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus)  Dr. Febrie Adriansyah yang mendampingi Jaksa Agung dalam acara terseburlt menambahkan perkara  Cipayung tetap disidik oleh Kejati DKI. 

“Kejati DKI tetap akan menyidiknya,  ” tegas Febrie yang sempat menyelidikinya saat masih menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi DKI. 

Dia menjelaskan kegiatan Pembebasan Lahan oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI, di Kecamatan Cipayung,  Jakarts Timur terjadi pada 2018.

“Peristiwanya terjadi 2018, ” pungkasnya.

Sebelum gelar keterangan pers yang dipandu Kapuspenkum,  Wakajati DKI Bambang Bachtiar sempat menemui Jampidsus,  di Gedung Bundar. 

Terkait kasus Mafia Tanah di Toronipa,  Soropia,  Konawe,  Sultra, Kejati Sultra telah maju satu langkah, dengan menetapkan 3 orang tersangka Selasa(18/1).

Sementara,  Kejati Sumut terus memeriksa para saksi terkait Mafia Tanah,  pada Perambahan Suaka Margasatw, Langkat dan Ddli Serdang.

Serta kasus senada,  perambahan Hutan Lindung Serdang Bedagai, Sumut. (ahi) 

Leave a Reply