Rampas Pistol Polisi, Begal Ditembak Polisi

PORTALKRIMINAL.ID -MEDAN: Dua tersangka begal ditangkap petugas Reskrim Polsek Medan Baru-Polrestabes Medan, satu orang terpaksa ditembak petugas karena merampas senjata api (pistol-red) dan mendorong petugas saat dilakukan pengembangan.

Tersangka yang ditembak dibagian kaki kiri yakni Dedy Anto Simamora (31) warga Jalan KH Wahid Hasyim Medan, sedangkan tersangka Hendriko Hutahaean (31) warga Jalan Sei Wampu Baru Medan-Sumatera Utara selamat dari tindakan tegas petugas.

Kapolsek Medan Baru Kompol Teuku Fahtir Mustafa dalam keterangan mengatakan korbannya Raymond Saragih (44) warga Jalan Setia Jadi, Kelurahan Tegal Rejo.

Disebutkan, penangkapan kedua tersangka menindaklanjuti laporan korban yang dibegal kedua tersangka saat melintas menumpangi becak bermotor (betor) di Jalan Orion, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Jumat (7/1/22) din hari.

“Kedua tersangka memepet betor dan menyuruh pengemudi becak berhenti. Salah satu tersangka menodongkan pisau ke perut korban dan merampas barang milik korban,” kata Kompol Teuku Fathir, Senin (14/2/22) malam.

Usai menguasahi harta korban berupa hp dan uang Rp 280 ribu, tersangka langsung melarikan diri.

“Korban pun melapor ke kita . Dari laporan korban, petugas melakukan penyelidikan dan pada Kamis (10/2/22) personel Reskrim Polsek Medan Baru mendapat informasi tersangka lagi di Jalan Gajah Mada Medan,” sebutnya.

Tanpa menunggu waktu kata Kapolsek, Kanit Reskrim AKP Martua Manik bersama anggota ke lokasi dan meringkus kedua tersangka.

“Ketika dilakukan pengembangan mencari barang bukti, Dedy melakukan perlawanan dengan cara mendorong dan berusaha merampas senjata api milik petugas, sehingga petugas memberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki sebelah kiri pelaku,” katanya.

Dari tersangka disita barang bukti 1 unit handphone, 1 potong baju, 1 potong celana, 1 potong topi dan 1 tas selempang.

Dijelaskan mantan Kapolsek Binjai Timur ini pelaku Dedy Anto Simamora merupakan residivis dalam kasus pencurian dengan pemberatan dan bebas dari Lapas tahun 2018,” ungkap Kompol Teuku Fahtir Mustafa.(jos)

Leave a Reply