Besok, MAKI Datangi KPPU Laporkan Praktik Kartel CPO dan Minyak Goreng

PORTALKRiMINAL.ID -JAKARTA: MAKI datangi Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) serahkan surat dan data pendukung terkait dugaan Kartel Perdagangan CPO (Crude Palm Oil), Selasa (5/4).

“Kedatangan tersebut guna melengkapi laporan,  Jumat (1/3) by Email dan penuhi permintaan KPPU untuk melengkapi laporan secara tertulis,  ” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman, Senin(4/3) petang. 

Boyamin mengatakan kehadiran langsung menyampaikan laporan rinci sebagai bentuk komitmen dan keseriusan agar praktik kartel diberantas.

“Praktik ini bukan hanya melanggar ketentuan perundangan,  tapi lebih dari itu merugikan perekonomian negara, ” tegasnya. 

HINDARI PAJAK

Jumat (1/4), MAKI telah melaporkan praktik kartel minyak goreng ke KPPU menindak lanjuti penyelidikan KPPU,  seperti disampaikan ke DPR.

Di depan  Rapat Kerja Komisi VI DPR diungkapkan KPPU dugaan kartel perdagangan CPO dan Minyak Goreng yang berakibat minyak goreng langka dan mahal selama 3 bulan terakhir. 

Dalam pengaduan ke KPPU,  MAKI sebut ada sembilan  perusahaan besar ekspor CPO ke luar negeri. Diduga dilakukan dengan  tidak membayar Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ) sebesar 10% dari fasilitas Pusat Logistik Berikat di Pulau Sumatra.

Ditambahkan MAKI,  ada satu perusahaan asing selaku pembeli CPO dari terduga 9 perusahaan besar ekportir dengan transaksi Rp 1,1 Triliun.

“Praktik penghindaran PPN 10 % dari fasilitas kawasan Pusat Logistik Berikat dikarenakan CPO langsung dijual keluar negeri tanpa melewati proses industri seperti ketentuan kawasan berikat. “

Ke-9 Eksportir CPO yang diduga tidak membayar PPN 10% adalah,  PT. P A, PT. E P, PT. P I, PT. B A, PT. I T, PT. N L, PT. T J, PT. M S dan  PT. S P

Sementara perusahaan asing pembeli CPO yang diduga berasal dari 9 Perusahaan penjual CPO yang diduga tidak membayar PPN 10%, adalah VODF PTE. Ltd berbasis di negara tetangga Asia Tenggara. (ahi) 

Leave a Reply