Cari Tersangka, Kejagung Cecar Dirut PT. Intisumber Bajasakti

PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA : Setelah lama tidak tersentuh,  akhinya Importir mulai dicecar terkait Impor Besi atau Baja yang diduga merugikan perekonomiam negara ratusan miliar rupiah, sejak 2016-2021.

Importir dimaksud,  adalah ETL yang menjabat sebagai Dirut PT. Intisumber Bajasakti (IB), salah satu dari 6 Importir Besi, Baja Paduan dan Produk Turunan.

Namun,  hingga usai diperiksa,  di Gedung Bundar status ETL belum berubah juga belum dicegah ke luar negeri.

“Dia diperiksa sebagai saksi bagian dari proses pembuktian (untuk mencari tersangka, Red), ” kata Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana,  Selasa (12/4) malam. 

Dalam keterangannya,  tidak dijelaskan sejak kapan PT. IB terlibat dalam kasus penyalahgunaan izin impor (Sujel) dari Direktorat Impor,  Ditjen Perdagangan Luar Negeri,  Kementerian Perdagangan (Kemdag).  

Dari keterangan Ketut,  Selasa (22/3) disebutkan PT. IB bersama 5 Importir lain terkait dalam perkara dugaan penyalahgunaan izin Impor. 

Modusnya, mencatut 4 perusahaan BUMN,  terdiri PT. PT. Waskita Karya, PT. Wijaya Karya, PT. Nindya Karya dan  PT. Pertamina Gas (Pertagas) serta alibi tengah mengerjakan aneka proyek, 2018.

“Nyatanya semua tidak benar. Mereka gunakan Sujel untuk impor (lagi, Red), 26 Mei 2020. Dalih lain, proyek jalan dan jembatan sudah dikerjakan,  2018. “

Kapuspenkum menjelaskan, Selasa (12/4) juga memeriksa TH (Sekretaris PT. Nindya Karya.

Diduga pemeriksaan tersebut guna memastikan Nindya Karya benar dicatut 6 Impotir dalam permohonan izin impor dari Direktorat Impor,  Ditjen Daglu,  Kemdag.

Anehnya, hingga kasus mencuat baik Pejabat Kemdag maupun Pengurus 4 BUMN tidak mengajukan gugatan pidana atau perdata. 

Selain itu,  turut diperiksa BA (Divisi Infrastruktur I pada Direktur produksi dan QHSE dan RS (Mantan Manager PT Bimatama Akrindo).

BELUM ADA DICEGAH

Dengan selesainya pemeriksaan ETL, maka tinggal 3 Importir lagi yang belum diperiksa,  yakni PT. Duta Sari Sejahtera,  PT. Bangun Era Sejahtera dan PT. Prasasti Metal Utama. 

Dua Importir lain,  yaitu TS (Dirut PT. Perwira Adhitama Sejahtera) telah diperiksa,  Rabu (30/3) dan LS (Dirut  PT. Jaya Arya Kemuning), Rabu (6/4).

Pemeriksaan ini menindaklanjuti temuan dalam penggeledahan di Kemdag dan 3 Kantor Importir,  Senin (22/3) dan Kementerian Perindustrian (Kemprin) dan PT. Prasasti Metal Utama,  Rabu (30/3).

Sejak disidik,  16 Maret belum ada satu pun baik dari Jajaran Kemdag,  Kemprin dan 6 Importir dicegah ke luar negeri. 

“Seyogyanya, mereka yang diduga kuat terkait dengan perkara, dicegah ke luar negeri agar tidak berulang kasus 3 Tersangka Victoria yang kabur saat ditetapkan tersangka,  ” ujar Koordinator MAKI Boyamin Saiman, Rabu (13/4).

Kasus berawal dari dugaan penyalahgunaan Sujel (Surat Penjelasan)/pengecualian perijinan impor (tanpa PI & LS), yang diterbitkan Direktorat Impor,  Ditjen Daglu, oleh 6 Importir. 

Sujel diterbitkan,  karena mereka mencatut 4 BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan tengah mengerjakan proyek pembangunan, tapi semua tidak benar.

Praktik itu sudah terjadi,  sejak 2016- 2021. Patut diduga perbuatan ini membuat produk PT. Krakatau Steel (BUMN) tidak bisa bersaing dan merusak perekonomian negara. (ahi)  

Leave a Reply