Polres Jakarta Selatan Tetapkan Putra Siregar dan Rico Valentine Tersangka Pengeroyokan di Cafe

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Polres Metro Jakarta Selatan Putra Siregar dan Rico Valentino sebagai tersangka, melakukan aksi pengeroyokan terhadap seorang korban bernama Nuralamsyah.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan akibat perbuatannya Putra Siregar dan Rico Valentino terancam hukuman 5 tahun penjara

”Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” kata Budhi kepada wartawan, Rabu (13/4/2022).

Menurut Budhi, pengeroyokan terjadi pada 2 Maret 2022 sekitar pukul 02.30 WIB di Cafe CD yang berlokasi di Senopati, Jakarta Selatan.

“Jadi korban dan pelaku berada di Cafe tersebut dan kondisinya dalam keadaan minum. Peristiwa ini dipicu, karena ada satu kawan perempuan di kelompok RV dan PS yang mendatangi meja korban,” paparnya.

Melihat kejadian itu, RV dan PS kemudian mendatangi meja korban. Keduanya lalu melakukan aksi pengeroyokan dengan mendorong dan menendang korban.

“Kejadian itu terekam CCTV, namun korban belum melapor ke polisi dan hanya meminta visum saja. Korban ingin ada jalan damai dan mencoba menghubungi RV dan PS, namun tidak ada jawaban hingga akhirnya dilaporkan ke polisi secara resmi,” ujarnya.

Selanjutnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit
menyatakan pemilik gerai ponsel PS Store, Putra Siregar tidak dijemput paksa dalam kasus ini. Melainkan datang sendiri ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk menyerahkan diri.

“Dia datang ke Polres,” ungkap Ridwan.

Ridwan menjelaskan, pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan terhadap Putra Siregar pada 16 Maret 2022 lalu. Namun, Putra Siregar berhalangan hadir lantaran hendak melaksanakan ibadah Umrah.

“Dari laporan korban, kemudian kita melayangkan panggilan undangan maupun panggilan pemeriksaan sampai dengan alasan dari tersangka bahwa dia akan menjalankan ibadah Umroh,” imbuhnya.

Setelah Putra Siregar kembali Umrah, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan kembali melayangkan surat panggilan pemeriksaan untuk yang kedua kali.

“Nah itu direalisasikan, pas dia kembali kita lakukan panggilan lagi sampai dengan ditetapkannya status tersangka,” jelas Ridwan. (Amin)