Buru Tersangka Baru Mafia Pelabuhan, Dua Pejabat Ditjen Bea Cukai Dicecar Kejagung

Kantor Ditjen Bea Cukai

PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: JAKARTA: Buru tersangka baru Mafia Pelabuhan Dua Pejabat Ditjen Bea da Cukai (BC) serta GM PT. Sulindafin diperiksa.

Sejauh ini baru tiga tersangka dari Jajaran
BC Semarang dan Jateng serta seorang pengusaha dijadikan tersangka dan langsung ditahan, Kamis (7/4).

Meski demikian, ketiga orang yang diperiksa berbeda, Selasa (19/4) dan Kamis (21/4) tidak dicegah ke luar negeri.

“Pemeriksaan dimaksudkan untuk memperkuat proses pembuktian, ” kata Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana, Kamis (21/4) malam.

Dua Pejabat Ditjen BC yang diperiksa, Selasa (19/4), adalah HK selaku Bagian Legal dan VBS selaku Kasubdit Ekspor Direktorat Teknis Kepabeanan.

Sementara, Kamis (21/4) diperiksa General Manager (GM) PT. Sulindafin berinisial N.

Tidak dijelaskan dalam keterangannya, keterkaitan PT. Sulindafin dengan perkara Penyalahgunaan Fasilitas Kawasan Berikat dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) pada Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Emas, 2015 -2021.

STATUS PS

Sampai detik ini, pengusaha PS (Eks. Direktur PT. Hyulseung Garment Indonesis) yang diduga menyerahkan Gratifikasi kepada Oknum Pejabat BC masih sebagai saksi.

Padahal, PS ini sudah tiga kali diperiksa, mulai Senin (14/3), Senin (28/3) dan Rabu (13/4).

Nama PS juga masuk daftar Cegah bersama 8 orang lainnya, Senin (7/3).

Dimana dua orang dari daftar cegah ke luar negeri sudah menjadi tersangka, yakni H (Pejabat BC) dan LGH (Direktur PT. Eldin Citra), Kamis (7/4).

Seperti disampaikan Kapuspenkum, Kamis (7/4) PS diduga menjadi perantara pemberian Gratifikasi Rp2 miliar ke H dan oknum BC lainnya.

Perkara Mafia Pelabuhan ini terkait impor bahan baku tekstil dari Cina oleh LGH (Direktur PT. Eldin Citra).

Impor dilakukan dengan mengunakan fasilitas Kawasan Berikat PT. HGI agar mendapatkan pembebasan bea masuk/ PDRI dan pajak lainnya atas importasi tekstil.

Faktanya, impor bahan baku tekstil dari Pelabuhan Tanjung Emas dan Tanjung Priok sebanyak180 Kontainer dari China. tidak diproduksi dan tidak diekspor

Sebaliknya, dijual ke pasar dalam negeri sehingga membuat pabrik tekstil dalam neheri gulung tikar dan memukul usaha pedagang tekstil.

Akibatnya, menimbulkan kerugian keuangan negara dan perekonomian negara. (ahi)