Terkait Skandal Krakatau Steel, Kejagung Garap Dua Eks. Dirut PT. Krakatau Steel

PT. Krakatau Steel

PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Percepat penetapan tersangka Perkara Pembangunan Proyek Blast Furnace milik PT. Krakatau Steel (KS), 2011 para Mantan Dirut PT. KS dan Jajarannya diperiksa intensif dua hari terakhir.

Bahkan, para Mantan Dirut PT. KS yang diperiksa, Selasa (19/4) sudah untuk kedua kali diperiksa, tapi status masih saksi dan belum dicegah ke luar negeri dalam Perkara Blast Furnace atau Skandal Krakarau Steel.

Disebut Skandal Krakatau karena dugaan kerugian negara mencapai Rp5 triliun lebih.

Mereka yang dimaksud, yakni Fawzar Bujang (Periode November 2007 – Juni 2012) dan Sukandar (Periode 2015 – Maret 2017).

Serta, Irvan Kamal Hakim (Mantan Direktur Pemasaran PT. KS), sejak Juni 2012 menjadi Dirut PT. KS menggantikan Fawzar Bujang.

Ketiga Mantan Dirut PT. KS pertama kali diperiksa, di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Selasa (5/3).

Mantan Dirut PT. KS Periode 2017- 2018
Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, diperiksa Kamis (14/4).

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana menjelaskan tim penyidik masih mengumpulkan fakta hukum guna mengumpulkan alat bukti.

“Upaya tersebut guna membuat terang tindak pidana yang terjadi (kemudian disusul penetapan tersangka, Red),” katanya, Kamis (21/4) malam.

Selain, 3 Mantan Dirut PT. KS turut diperiksa RAS selaku Mantan Ketua Panitia Pengadaan Blast Furnace Complex.

Sementara, Kamis (21/4) diperiksa H selaku Mantan Head of Internal Audit PT KS, tahun 2017-2019), HS (Mantan Head of Internal Audit PT. KS, tahun 2012-2017) dan PAN (Relationship Manager Divisi Bisnis BUMN II PT Bank BRI).

Sejauh ini belum diketahui jadwal pemeriksaan Anggota Konsorsium Blast Furnace, yakni MCC CERI asal Cina.

CALON TERSANGKA

Dengan selesainya pemeriksaan 3 Mantan Dirut PT. KS, maka penetapan tersangka tinggal menunggu ekspose (Gelar Perkara).

“Sebenarnya Jamak sifatnya. Usai peroleh alat bukti bawa ke Forum Ekspose tentukan tersangka,” tutur sebuah sumber, di Kejagung.

Dari pemeriksaan terhadap Pensiunan dan Petinggi PT. KS serta Anggota Konsorsium PT. Krakatau Engineering (KE) sudah bisa diraba para calon tersangkanya.
“Saya yakin Mas juga sudah tahu. Junjung asas praduga tidak bersalah, sebaiknya kita tunggu saja. Tidak lama kok, ” pungkasnya.

Para Mantan Dirut PT. KE, terdiri Imam Purwanto (Tahun 2011), Bambang Purnomo ( 2013), Wisnu Kuncoro (Dirut 2016) dan Lussy Adriaty Dede (2018), yang diperiksa, Senin (4/4).

Selain itu, Rabu (6/4) diperiksa Syahrir Syah Pohan (Direktur Produksi PT. KS 2009- 2012), Dadang Danusiri (Direktur Pemasaran PT. KS 2015-2019) dan ASS (Deputi Direktur Proyek Strategis PT KS 2010 -2012) serta H (Deputy Head of Internal Audit PT. KS).

TERLANTAR

Kasus berawal dibangunnya Pabrik Blast Furnace 2011 – 2019 untuk daya saing dan harga besi atau baja bisa ditekan lebih murah dengan menggunakan bahan bakar Batubara bukan Gas.

Praktiknya, proyek yang dikerjakan Konsorsium MCC CERI dan PT. KE sesuai hasil lelang 31 Maret 2011 dan berbiaya Rp6, 921 triliun jauh dari harapan.

Bahkan, sejak 19 Desember 2019 pengerjaan proyek dihentikan meski belum 100 % tuntas. Sementara pimpinan proyek sudah menyerahkan dana pengerjaan proyek Rp5, 351 triliun.

Selain itu, saat diuji coba operasi biaya produksi lebih besar dari harga baja di pasar dan pekerjaan sampai saat ini belum diserah-terimakan dengan kondisi tidak dapat beroperasi lagi. (ahi)