Bobol Brankas, 2 Karyawan Vihara  Dharma Bhakti Glodok Diringkus Polsek Tamansari

Kapolsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Rohman Yonky Dilatha. (Warto)

PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA: Dua karyawan Vihara Dharma Bhakti di Jalan Kemenangan 3, Gkodok, Jakarta Barat, diringkus Unit Reskrim Polsek Metro Tamansari. Pelaku AK (31) dan KP (22) sebelum menggasak uang Rp 5 juta di brankas  terlebih dahulu memutus kabel CCTV.

Kapolsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Rohman Yonky Dilatha mengatakan pihaknya berhasil mengungkap pelaku pembobol brankas di Vihara Dharma Bhakti. Kedua pelaku diamankan di tempat berbeda. “Mereka adalah office boy (OB) dan satunya lagi satpam setempat,” jelas kapolsek yang dikonfirmasi, Kamis (28/4/2022). 

Dijelaskan kapolsek, terungkapnya kasus ini oleh pihak vihara bermula pada saat Sherly Wijaya salah satu pengurus vihara mengecek  kotak amal milik vihara yang berada di dalam brankas.

“Saat dilakukan pengecekan brankas sudah rusak dan terbuka serta isinya uang sekitar Rp 5 juta raib,” kata Rohman didampingi Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Taufik Iksan.

Selanjutnya,  masih dituturkan kapolsek, Sherly saat itu mengetahui CCTV kabelnya sudah diputus menggunakan gunting. Pelaku 
sengaja memotong kabel CCTV agar aksinya tidak diketahui. “Pelaku
mengambil uang di kotak amal pakai gesper yang dililit dengan double tip supaya uang dalam kotak amal menempel pada saat ditarik,” ucapnya. 

Sementara itu,  Kanit Reskrim Polsek Metro Tamansari AKP Roland Olaf Ferdinan bergerak mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP guna memprofiling pelaku. Dari hasil penyelidikan  tersebut, lalu dilakukan pengejaran terhadap dua pelaku. 

“Kami mengamankan pelaku KP  sebagai sstpam dan AK sebagai OB pada hari Minggu (24/4/2022) malam. Keduanya diringkus di daerah Banten,” terang kanit reskrim dengan menyebutkan sejumlah barang bukti berupa 1 buah gunting, 1 buah obeng, 1 buah double step yang dipergunakan untuk membongkar brankas  Pengskuan mereka hasil krjahatan digunakannu digunakan kebutuhan sehari-hari. (Warto)