12 Emak-emak Tewas dan 2 Selamat dari Longsor Tambang Emas di Madina, Ini Identitasnya

Para jenazah korban di rumah duka.(ist)

PORTALKRIMINALID -MEDAN: Sebanyak 12 orang ibu rumah tangga tewas sementara 2 lainnya selamat dari tanah longsor tambang emas tradisional di lokasi Sibinael Desa Bandar Limabung, Kec Lingga Bayu, Kab Madina, Sumut.

Lokasi tambang merupakan tanah bebatuan dan lumpur.

Kabid Humas Poldasu Kombes Hadi Wahyudi, Jumat (29/4) mengatakan, para korban tewas sudah disemayamkan Di rumah duka masing-masing.

Dia menjelaskan kronologis kejadian yang terjadi Kamis (28/5) sekira pukul 15.00 WIB, saksi An. Irwansyah Lubis (20) warga Ds. Bandar Limabung berangkat menuju lokasi Sibinael untuk meleles (mencari butiran emas) dengan menggunakan alat tradisional, kemudian Pada pukul15.30 WIB, saksi bersama beberapa orang yang tiba di lokasi tersebut mulai memasuki Lobung (Lobang Pendompengan) untuk melakukan aktifitas meleles dengan Cara mendulang.

Selanjutnya beberapa orang yang masuk ke Lobang Pendompengan tersebut melakukan pengambilan material berupa bebatuan kecil dan pasir yang mengandung butiran emas dengan menggunakan tumbilang, ember dan dulang.

“Tidak berapa lama kemudian terjadi longsor pada bagian tebing Lobang dompengan tersebut sehingga menimbun seluruh orang yang berada didalam,” kata Hadi sesuai keterangan saksi Irwansyah Lubis.

Akibat Longsoran tebing Lobang dompengan tersebut 12 orang meninggal dunia, sedangkan 2 orang berhasil keluar dari lobang dengan Selamat.

“Sekira pukul 17.30 WIB, seluruh Korban berhasil di evakuasi dan di bawa kerumah duka masing-masing,” jelas Kabid Humas.

Adapun pemilik tanah lokasi tambang adalah H. Zupri Panjaitan (49) warga Desa Bandar Limabung, Kec Linggabayu, Kab Madina dan sudah dimintai keterangan di Polsek Linggabayu bersama sejumlah saksi lainnya.

“Kapolsek dan Personel Polsek Lingga Bayu turun melakukan pengecekan awal di TKP bersama dengan unit Identifikasi Polres Mandailing Natal selanjutnya mengambil keterangan saksi -saksi dan pemilik tanah dan Alat (Dompeng),” jelasnya.

Hingga saat ini, kata Kabid Humas, aktivitas pertambangan tidak ada dilokasi namun alat-alat yang digunakan masyarakat masih berada di lokasi pertambangan tradisional tersebut.

Ke 12 korban tewas adalah:

  1. Nelli Sipahutar (55), IRT, warga Desa Simpang Bajole.
  2. Kana (40), IRT, warga DS. Simoang Bajole.
  3. Nurhayati (49), IRT, warga DS. Simpang Bajole.
  4. Lesma Suriani Rambe (36) warga DS. Bandar Limabung.
  5. Nurlina Hasibuan (38) warga DS. Bandar Limabung.
  6. Irma Pane (39) warga DS. Bandar Limabung.
  7. Sarifah Nasution (51) warga DS Bandar Limabung.
  8. Amna Pulungan (36) warga DS. Bandar Limabung.
  9. Nur Ainun Pane (42) warga DS. Bandar Limabung.
  10. Nur Jaya Sari Pulungan (35) warha DS. Bandar Limabung.
  11. Nur Afni Lubis (37) warga DS. Bandar Limabung.
  12. Nurlina Butar-butar (45) warga DS. Bandar Limabung. Sedangkan Korban yang Selamat 2 orang al :
  13. Nirwansyah Lubis (26) warga DS. Bandar Limabung.
  14. Sapridah Br Lubis (56) warga DS. Bandar Limabung.(jos).